catatan 4 september

Yes I know…I will not survive! Tanpa dirimu di sisiku I won’t stay alive” Suara Tika jam setengah sbelas malam di Anteve memberiku inspirasi untuk menyalakan computer dan mulai memencet teratur tuts2 membentuk kalimat2 yg kalian baca ini.

Kalimat pertama yg aku ketik sbenernya gak terlalu berkepentingan dgn apa yg akan aku certain di sini, tapi entah kenapa setiap kali mendengar lagu2 Project Pop yg baru ini seringkali menggali daya khayalku untuk sekedar mampir ke negeri seberang membayangkan sepotong kehidupan yg selalu ceria…dengan Tika, O’on, Odie,Gugum, Udjo dan Yosa eh..Yosi yg selalu bisa membuat org tersenyum dgn kalimat2 sederhana tapi menggelitik.

Apa kabar teman2?? Cukup lama aku gak mampir ke sini, dan malam ini…aku kangen utk bercerita…atau cuma sekedar menyapa kalian, thanks a lot ya buat teman2ku yg sempat membaca sebongkah hasil pikir dari seorang ita berupa sebuah blog sederhana. Tp buatku tempat ini selalu menjadi wakilku utk sekedar menyapa hidupku sendiri. Membacanya kembali kadang bs membuatku mengulum senyum atau sedikit membuat mataku berkaca2. Caraku belajar di sela waktu atas smua moment yg terjadi di keseharian.

Sejak mulai bs membaca dan menulis…seorang ita ini sudah mempunyai diary yg sampai hari ini masih tersimpan rapi di “kotak sepatu”-ku. Kotak yg menyimpan setiap langkahku yg telah aku lewati, gambaran rasa, lukisan suasana, dan alunan suara yg kurangkai menjadi sebuah rahasia kecil yg selalu tertutup, tp tidak lg tertutup utk yg satu ini. Kubagi…smua cerita atas tawa bahkan titik air mata menjadi sebuah tulisan yg seandainya ada artinya yaa syukuuur…tapi kalo gak terlalu berarti semoga cukup menghibur utk sekedar mampir di halaman friendster-ku dan ngintip sebentar di “purple iyta.

Sekarang sedang mengalun lagu Project Pop yg berjudul teka-teki cinta, perasaan belum pernah dengerr neh…tp mayan enak juga, and the contents…quite good! Bahwa dalam hidup ini…bisa sampai mati kita terus mencari tuk menemukan arti cinta dalam misteri…hmmm…dalem yeeeh! Like people said…a marriage is not a matter of the rite person we choose but how to make the chosen person to be the rite one…(kira2 gitu deh..) Bahwa esensi cinta itu adalah bagaimana kita membuat satu hubungan berhasil, bukan sekedar merasakan cinta…tersandung kerikil kecil lalu lgs beralih. Kadang org yg saling mencintai tidak selalu menemukan saat yg tepat utk mengungkapkan “I Love U” “I always need u in most of my time” “Im thingkin of U”, dan bukan berarti mereka sudah tidak saling mencintai lagi bila hanya karena kata “I love u” sulit terucap, keangkuhan dan egois kadang bisa melebihi arti kalimat “aku membutuhkanmu” yg seharusnya bs disampaikan. Atau sekedar menunggu siapa dulu yg berucap “I mizz u” utk menyatakan di setiap wktu dia selalu ada di hati dan pikiran. Org yg teramat sangat saling mencintai pun bs kehilangan cinta mreka bila tdk ada kerendahan hati utk mengakui keberadaan cinta itu sendiri.

Berarti sampai kapanpun hanya Tuhan yg paling tau apa yg terbaik, bukan hak kita menganggap sesuatu baik atau buruk dengan batasan analisa2 dangkal yg kadang sekedarnya lewat seliweran di sela urat syaraf pikir tp justru bs mempengaruhi hal paling esensial yg harusnya bs kita lihat dr sisi yg lebih bijaksana. Tuhan pasti memberi arti atas apapun yg Dia kehendaki utk terjadi meski hanya sebuah kelopak bunga yg terlepas dr sang mahkota krn terhempas angin.

Well…aku sedang bahagia malam ini. Hanya satu org yg mengerti kenapa aku bs tersenyum dgn hati sebelum aku tdr kali ini. Semua pasti berarti…semua pasti punya makna. Aku jauh dari sempurna…dan kuharap akan cepat kutemukan kesempurnaanku atas sepotong jiwa yg bs mengisi relung kosong di nurani ini. Dan kupasrahkan bahagiaku hanya pada-Nya…

Leave a Reply