Di Penghujung Valentine’s day
Tuesday, February 14th, 2006Valentine day…what’s on ur mind? A romantic candle light dinner? A bunch of flower in front of ur door? A box of chocolate wz love shape? They’re not on my list. Sumthing that hanging over on my mind only…nothing. Nothing I’ve been thinking of.. Nothing special at office until sumbody came in wz a big smile with some flowers on his hands. He gave me one of those flowers, pink rose wz the green ribbon. At least it give a smile and make the office so colorful. Such a valentine spirit that I’v never felt before coz im not one of them who make valentine is such a special day, but nothing to lose to make anyone we love happy in some moments that whole world join to celebrate.
Just like usual, working…working working. wz the computer telephone fax and of course all the tickets, LG, and invoice… Gak ada lagi hal2 special yg terjadi hingga nyaris di ujung hari aku mendapat sms from that sumone, contains about sumthing that I hardly known about that.
Sms-nya cukup membuatku penasaran, tentang foto yg dipasang di FS oleh salah satu sahabatku, bukan salahnya hingga marah dan mengirimiku sms spt itu, jelas sahabatku ini yg kurang peka thd perasaanku dan that sumone dgn memasang foto yg di dlmnya terdapat aku dan my ex wz an exact pose of both of us, u know what I mean?? “exact”.
Wait…wait, sahabat…? Dia kah sahabatku selama 10 tahun ini? Dia kah sahabatku yg selama ini memberiku segala kehangatan di saat hatiku terluka oleh semua yg kualami di sekitarku?? Akhirnya kupertanyakan kembali semua itu setelah malam itu aku berusaha baik2 mempertanyakan maksudnya memasang foto yg berkasus itu. Dan jawaban yg kuterima benar2 sudah membuatku seperti tidak mengenalnya sebagai sahabat yg kusayang selama ini. Hubunganku dg that sumone yg sedang genting, retak, nyaris pecah tambah membuat kegaduhan di hatiku setelah kututup telepon dari that friend (it’s what I call her at here now).
Segera kutelpon pipit, gak ada jawaban, aku sms, gak ada balasan. Aku telp Uki, gak ada jawaban juga, setelah setengah jam mencoba dengan genangan air mata aku berkaca, kulihat sendiri bulir bening mengalir jatuh dr kelopak mataku. Setiap kali kuingat lagi jawaban that friend ttg semua ini membuatku spt ingin menjauh dan tak ingin mengenalnya lg. Sudah sedingin itukah perasaannya hingga spt tak ingin tau apa yg sedang sahabatnya alami?? Itu haknya untuk memasang smua foto, apapun itu, termasuk foto itu. Tp sebagai sahabat setidaknya dia tau apa yg harus atau tidak dia lakukan. Bukan hanya sekedar memikirkan keegoisannya memasang foto apapun yg dia sukai. Sekarang bukan lagi soal foto yg kupermasalahkan, tp ternyata hanya sebatas itu pengertian seorang sahabat ttg apa yg sedang kualami.
Tak lama pipit pun berhasil kuhubungi, dgn suara parauku diapun mudah menebak kalo aku gak sekedar akan bercerita. Emosiku meluap hingga keluar kalimat aku akan menjauh, kita tidak lagi akan berempat seperti dulu. Aku tau ini menyakitkan kami, menyakitkan semua. Tp kecewaku pada that friend membuatku tak bisa lagi mempercayainya sebagai salah satu org yg bisa menyembuhkan lukaku selama ini, sebagai salah satu org yg kusandarkan sgala arti persahabatan selama ini. Aku tak mengira akan ada kekisruhan seperti ini, aku hanya ingin memintanya baik2 utk mencopot foto itu dr FS karena tadinya
Aku pikir dia pasti dengan mudah mengerti tanpa membumbuinya dengan kalimat mnyakitkan. Memang bukan urusanku untuk mengkoreksi apapun yg dipasangnya di FS page nya tapi kalo apa yg SAHABATKU lakukan seperti memberi garam pada luka yg menganga agaknya wajar kl aku sedikit protes.
Pipit ikut menangis… dia nggak rela aku ambil keputusan ini. Dia marah…dia kecewa. Dia nggak menyalahkan siapapun dia hanya gak ingin masalah ini menghapus semua goresan yg kita isi selama sepuluh tahun. Aku tau…
Pit, Ki, gw minta maaf kl langkah gw ikut melukai kalian. Tapi gw lebih baik menjauh karena sekarang gw tau sebatas apa toleransi antar sahabat khususnya antara kita ternyata. Mungkin bukan salah dia, anggap aja gw yg terlalu egois mempermasalahkan hal sepele seperti ini. Gw atau my sumone yg terlalu SENSITIVE cuma karena hal remeh sperti foto dan sudah mengusik privacy dia. Tp u guys tau, bukan foto lg yg gw permasalahkan, tp cara dia menanggapi masalah ini. Gw sayang kalian semua, gak terkecuali dia. Tapi sekarang let me coolin’ down dulu. Gw tau sepuluh tahun bukan waktu sebentar, dan masalah gw sama dia memang bukan alasan dan Insya Allah gak akan sanggup meretakkan bingkai persahabatan yg sudah kita kokohkan selama ini. Gw cuma berharap dia mengerti kenapa gw tersinggung, kenapa gw mempertanyakan lg arti gw untuk dia. Untuk sementara kita turunkan bingkai indah kita dari dinding di penghujung valentine ini, biar dibersihkan dulu dari debu… selebihnya biar waktu yg menjawab…