Green….Green Grass Of Home…

New_photos35 “Maaf mbak, boleh minta bantalnya…?” pulasku tiba2 saja terganggu oleh suara itu. Begitu kubuka mata kulihat seseorang sudah berdiri di samping adikku yang juga sedang tertidur di sebelahku. Kami berdua malah tetap diam dan memandangi si orang tadi…masih belum nyambung. “Apa’an mas?” tanyaku lagi dengan wajah ngantuk… “bantalnya mbak, mau diberesin.” “Oh, bantal ini?” tanyaku sambil menunjuk bantal kecil bersarung hijau yang sejak tadi kupakai. “Iya mbak keretanya sudah mau sampai, bantalnya mau diberesin.” “Oh…Iya iya…nih nih…” Aku baru sadar, langsung kami serah terima bantal2 itu, duh…padahal lagi pules tuh, lagi mimpi pula!

Tapi ternyata kereta Argo Gede yang membawa aku dan adikku ke Bandung akan memasuki stasiun bandung sekitar 5 menit lagi. Kulirik jam tanganku, 22.30. Tidak sesuai jadwal…di tiket tertera akan tiba di bandung pukul 22.00, tapi aku gak peduli. Aku ingin segera sampai di Subang, di rumah mungilku yang ngangeni…

Setelah kereta berhenti aku dan adikku menurunkan semua barang bawaan kami, tidak terlalu banyak karena sebagian besar sudah dibawa oleh orang tuaku yang sudah lebih dulu berangkat. Dengan badan yang masih agak sempoyongan kupaksakan kakiku melangkah keluar menuruni tangga kereta dengan membawa bagpack cokelatku. Di luar kereta para sopir taksi sudah siap mengejar setiap orang yang baru turun kereta, kadang dengan gaya mereka yang sedikit memaksa membuatku memasang tampang BT setiap kali mereka mendekat dan memaksakan jasa mereka sambil berlari2 mengikuti kami. Satu orang berlalu ganti orang lain, ganti orang lain lagi, ganti lagi…”Ayo sini…” Tiba-tiba ada satu orang yang menghampiri sambil meminta tas2 yang sedang kami bawa…”Duh…” aku langsung terdiam, urung melanjutkan kata2 murkaku, hehehe…karena ternyata orang itu Aa Ade, sepupuku yang menjemput kami, aku langsung cengengesan…”hehehe…maap A…iyta kira sopir taxi…hihihi…”. Aa Ade cuma senyum aja, lalu langsung mengantar kami ke papa dan mamaku yang sudah menunggu di pelataran stasiun.

Tidak berselang lama Panther Touring Papa sudah melaju menanjak melintasi jalan lembang yang meliuk menuju Subang, aku yang langsung menghenyakkan tubuh di kursi tengah tak lepas memandang keluar jendela…”hmmm…I’m back again..” desisku dalam hati. Kabut tebal memberi warna abu2 di setiap hutan jati yang kami lewati, kelamnya malam memberi siluet2 indah di sekitar jalan dengan bayangan pohon2 yang menjulang merdeka menembus udara dingin.

Sementara aku menikmati setiap dingin yang mengisi pori kulit dan paru2ku…Mama yang duduk di depan justru sibuk bercerita seram, tentang semua hal2 mistis yang didengarnya pernah terjadi di setiap tikungan yang kami lewati, sebenarnya sudah puluhan kali kudengar, tapi memang untuk mendengarkan cerita2 semacam ini bisa mengundang rasa penasaran apalagi sepupuku yang merasa pernah mengalami semua hal2 aneh itu bercerita tepat di TKP, misalnya di tikungan yang tiba2 dia memencet klakson dua kali…”Di situ tuh Ade pernah ketemu sama makhluk yang gede banget, jam dua malem” atau…”Di sini nih…sering terjadi kecelakaan yang makan korban, seperti minta tumbal.”

Saat A’ Ade akan bercerita sesuatu lagi, dia memencet klakson dulu seperti kebiasaanya sejak tadi, tapi tiba2 klakson Touring papaku tidak bisa berhenti…terus berbunyi memekakkan telinga, memecah sepinya malam, seperti berteriak di tengan hutan… Kita semua panik, bingung…Mobil pun menepi. Papa yang sengaja memilih duduk di kursi paling belakang segera keluar sambil teriak2 “Angkat celah dibawah setir…!! Angkat!”, aku ikutan bangun dan mencondongkan badanku ke depan untuk menghampiri setir dan berusaha bantu A Ade yang mencari celah di bawah setir, A’ Ade sudah kelihatan bingung harus melakukan apa, aku juga bingung karena tidak menemukan celah apapun, saat aku mau turun dan buka pintu, hampir saja sepeda motor bekecepatan tinggi yang menikung menghantam pintu mobilku, aku masih shock, kututup kembali. Papa yang sudah berdiri di samping setir pun masih tidak berhasil menghentikan suara klakson yang “kumat” ini.

Papa lalu membuka kap mobil, setengah menit kemudian “suara gila” itu berhenti Fyiuh….Kami semua menghembuskan nafas lega. Perjalanan dilanjutkan, tapi semua masih terdiam. Lalu aku beranikan diri buka suara…

”Pah..tadi diapain di dalam kap mobilnya? Kok bisa berhenti?” “Nggak Papa apa2in, lho…papa kira si Ade yang nyabut sesuatu di bawah setir” “Nggak juga kok, Ade nggak apa2in, abis Ade udah keburu bingung…” Jadi…klakson itu berhenti dengan sendirinya. Well sejak itu A Ade nggak lagi cerita tentang hal2 serem di sepanjang jalan, sampai mobil tiba aman di parkiran rumah mungilku… Tepat tengah malam.

Memijakkan kakiku lagi di dinginnya lantai rumah mungilku, memberi perasaan betah…plus perasaan ngantuk…hehehe…Ya iya lha…sudah terlalu larut untuk beraktifitas yang lain termasuk bakar bebek yang sudah disiapkan. Aku hanya menghampiri kamar di sebelah kamar utama menemui keponakan kecilku si Dimas yang sedang tertidur pulas dalam dekapan mamanya, Kusentuh Dimas lalu kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya..dia hanya menggeliat dan mengusap mukanya lalu kembali terlelap, lalu kuciumi lagi sampai mama menyeretku keluar dari kamar dan menjitak kepalaku karena mengganggu tidurnya si juragan kecil…hehehe..

Awalnya aku sibuk mau nempatin satu kamar yang kadang memang sering kupakai untukku tidur sendirian, tapi kali ini I wasn’t allowed! Karena Papa sudah bersarang di sana. Akhirnya aku terlelap di kamar Mama bersama dua adikku di balik bed cover tebal sambil membungkus semua pikiranku yang mengembara sebelum akhirnya membuat syaraf pikirku mengendur…dan tertidur.

Udara dingin tiba2 mendekapku dan membangunkan tidurku…tanpa sadar aku sudah tidur menelungkup dengan berusaha menyembunyikan tangan dan kakiku dibalik dekapan tubuhku sendiri, mencari hangat yang tiba2 hilang…”selimut…mmmm…selimut…” aku mengerang…selimutku sudah entah kemana terlilit tubuh adikku…aku menariknya, percuma…aku memencet henponku utk melirik jam, 5.30 pagi…ya sudah bangun sajalah…sepertinya di luar juga sudah mulai terdengar sayup2 orang2 yang terbangun.

Kulihat Henponku masih aman bersinyal…memang sejak semalam sepertinya Telkomsel sudah bersinyal di sini, aman. Dibanding sebelumnya aku harus rela begadang mencari sinyal di tingkat atas demi bisa sms-an. Alhamdulillah kali ini sinyalnya mulai jinak, jadi gak terlalu kerepotan untuk berinteraksi dengan dunia luar, sudah nggak seperti terdampar di planet lain.

Ada beberapa sms yang belum sempat terbalas, kusempatkan untuk memencet2 keypad henpon sebentar untuk membalas lalu segera beranjak dari tempat tidur, cuci muka, sikat gigi lalu baru menapaki keberadaanku.

Dimas_1 Bermain dengan Dimas Chayangkuw…menyetel lagu2 CD Pampersnya yang sempat ketinggalan di Jakarta dan aku yang menjadi korban ditelponi terus agar gak lupa membawa CD itu…Here We go… With the song….”Selamat Pagi!! Terimakasih Pampers…bla bla bla bla bla…” Go Dancing Dimas!! Dancing!! Yeah…Dimas mulai bergoyang menghentak2kan kakinya dan menggoyang2kan tangan mungilnya. Disambung dengan semua lagu2 bocah jaman dulu yang diaransemen ulang. Dimas begitu cintanya dengan CD ini, sampai sehari bisa diputar belasan kali, kalo ada orang yang berani mendekat ke CD player untuk mematikannya atau bahkan cuma untuk mengecilkan volumenya saja maka ia akan berlari berteriak dan mendorong sang tersangka “Aaaaaaaah…..Ndak Oyeeeh!! Angan!! Angan!! Agu Aa…” (Tidak boleh!! Jangan!! Jangan!! Lagu Aa, red :) ). Alhasil…sepagian itu Aa Dimas lha yang mendominasi sound system di rumah mungilku.

New_photos201 Aku duduk di beranda depan rumah mungilku, di sekitar dengan hijau sejauh mata memandang seakan mengisi damai di penat pikiranku yang sudah terkontaminasi kehidupan Jakarta, dengan segala gersangnya…hijau ini begitu anggun terpampang di luasnya alam sekitar rumahku yang kecil, keberadaanku berdiri di antaranya tak berarti dengan kokohnya bukit2 yang mengelilingiku, suasana seperti ini yang selalu kurindu dan selalu menginspirasiku untuk sekedar menorehkannya dalam kenangan…

New_photos193_2

New_photos199

Tidak lama Bebek panggang sudah tersedia, sarapan ngariung ala sunda pun terlaksana, aku yang sedang mengalami “selesai ramadhan sindrom”, mengambil satu centong nasi lagi untuk sesi kedua…berat badan gimana? Yah…pasrah sajaaah… Bebek paggang bikinan Oom-ku Aa Eka memang selalu bisa menggagalkan niat baikku untuk berdiet, bumbunya yang meresap sampai ke tulang (gak segitunya denk…tulang bebek kan ndak enak) gak akan terpuaskan kalau malu2 cuma ngambil satu potong, minimal 3 potong lhaa…

Selesai sarapan…ada hal penting satu lagi yang kulakukan…melanjutkan…tidurrrr… :p

Jam Delapan pagi adikku si Ossy sudah sibuk membangunkan semua orang untuk diajaknya ke kebun strawberry, aku sebenernya masih berat dengan kantukku…masih kepingin menikmati dinginnya pagi Subang di atas tempat tidur mama yang agak hangat… Tapi membayangkn kesenangan berada di kebun strawberry mampu membawa badanku menuju kamar mandi dan dengan nekat dan biadabnya mandi dgn shower yang mengeluarkan air kulkas…Brrrrrrr….. 5 menit jangan lebih…bisa mati beku aku…! Dandan seadanya dengan jeans sedengkul dan kaos joger bertulisan “LUNAS” segede gaban di bagian dada…begitu keluar…ternyata si ossy pake kostum dengan dress code yang sama…celana pendek plus joger…ya sudah lha…gak ada kan anak panti asuhan yang genit centil seksi kayak kita berdua ?? :p

Ternyata perjalanan ke kebun strawberry kali ini hanya diminati oleh keluarga Oom-ku ditambah aku dan adikku. Dengan mobil carrie yang imut bikin adikku yang punya badan sepanjang galah agak kerepotan duduk di dalam mobil…ada untungnya punya badan imut kayak aku…gak sesengsara si ossy selama perjalanan ke lembang.

Kebun strawberry yang pertama kita tandangi ternyata tutup…tujuan berikutnya lumayan ada beberapa pengunjung, tapi berhubung hamparan kebun strwberry itu masih berbuah imut2 jadi kegiatan memetik sedang ditiadakan  jadi kami cuma bisa menikmati sejuknya udara lembang dengan pemandangan kebun strawberry dan bukit2 hijau di sekitarnya, pastinya dengan sekeranjang strawberry matang siap makan yang kita beli di kiosk strawberry terdekat.

Sebenanya aku nggak begitu suka rasa strawberry tapi entah kenapa kali ini seleraku sedang berbeda, gumpalan2 merah merekah yang cantik itu habis kulahap tanpa ampun…”Strawberry sekarang rasanya lebih segar…beda dengan strawberry yang iyta cobain dulu…hehehe…” alasanku yang mengada2 cuma bisa membuat tanteku menjitak kepalaku. Iya deh sekarang aku ngaku…buah strawberry ternyata enak kok…cantik pula…seperti akuuuw… :D

Di bagian luar perkebunan berjajar penjual2 batagor, siomay, baso tahu…hmmm…nyam nyam nyam…batagorrr??? mauuuu…aku dan adikku lngsung menyerbu si abang, pesanan langsung kubawa ke dalam saung strawberry, begitu duduk aku baru melihat ada tulisan “Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar” hehehe..bodo’ah…yang penting aku beli strawberrynya sekeranjang. Tanteku tiba2 punya ide nyeleneh…berhubung kehabisan gula untuk dicocol bersama strawberry, bumbu batagor ternyata juga menimbulkan minatnya untuk dicocol bersama buah strawberry…hweeeh??? rasanya?? Silahkan tanya sendiri sama tanteku yang memang punya kebiasaan2 aneh, pernah gak makan tape pake nasi? Kalau aku mah…tape nya aja udah gak doyan apalagi campur nasi?! Nah…apalagi ini nih…strawberry pake bumbu batagor…gak elite bener sih…!

Setelah selesai berstrawberry ria…kita menutup hari itu dengan keliling bandung teu puguh! (gak jelas,red). Macet? Yoi…! pastinyeee! Hujan? Iya juga tuh, yah lumayan lha…mumpung di jakarta dah kagak pernah nemu ujan. Akhirnya pas sore baru kita janjian ketemu sama papa di lembang…makan mie kocok favorite papa. Dan aku…yg sebelumnya siang tadi pas capek ngiterin bandung sudah terisi dengan pecel lele…bihun + baso urat kali ini pun masuk daftar hidanganku juga skr. Hehehe…Insyaf Ta…Insyaf…Kiamat sudah dekat…jangan gendut2…! (Apa’an hubungannya??).

Well…That’s a part of the story of my last weekend dari libur lebaranku. Menyenangkan! Dan sekarang aku sudah di rumah, tiba jam 3-an sore tadi, lalu langsung dgn niat sepenuh hati menulis semua ini. And now…aku kudu mandi…udah lewat maghrib, bentar lagi akan ada orang yang mau ambil titipan peta Bandung. Jangan heran…nih orang emang rada gak jelas, minta oleh2 dari bandung kok peta?? Yang lain kek…cw bandung misalnya…kan lumayan aku bisa berprofesi mucikari…hehehe…nggak denk…amit2! Yah…ceriwis Yo weis deh…abdi rek ibak heula nyaa’..! dadah bubbye… Muah muah.. :*

One Response to “Green….Green Grass Of Home…”

  1. 'Nizar Says:

    Menyenangkan sekaliiiiiiii, rumah, kebun, keluarga , gak ada yg lbh dr itu…

    Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin yaaaaa

Leave a Reply