Green….Green Grass Of Home…

October 29th, 2006 by purpledew

New_photos35 “Maaf mbak, boleh minta bantalnya…?” pulasku tiba2 saja terganggu oleh suara itu. Begitu kubuka mata kulihat seseorang sudah berdiri di samping adikku yang juga sedang tertidur di sebelahku. Kami berdua malah tetap diam dan memandangi si orang tadi…masih belum nyambung. “Apa’an mas?” tanyaku lagi dengan wajah ngantuk… “bantalnya mbak, mau diberesin.” “Oh, bantal ini?” tanyaku sambil menunjuk bantal kecil bersarung hijau yang sejak tadi kupakai. “Iya mbak keretanya sudah mau sampai, bantalnya mau diberesin.” “Oh…Iya iya…nih nih…” Aku baru sadar, langsung kami serah terima bantal2 itu, duh…padahal lagi pules tuh, lagi mimpi pula!

Tapi ternyata kereta Argo Gede yang membawa aku dan adikku ke Bandung akan memasuki stasiun bandung sekitar 5 menit lagi. Kulirik jam tanganku, 22.30. Tidak sesuai jadwal…di tiket tertera akan tiba di bandung pukul 22.00, tapi aku gak peduli. Aku ingin segera sampai di Subang, di rumah mungilku yang ngangeni…

Setelah kereta berhenti aku dan adikku menurunkan semua barang bawaan kami, tidak terlalu banyak karena sebagian besar sudah dibawa oleh orang tuaku yang sudah lebih dulu berangkat. Dengan badan yang masih agak sempoyongan kupaksakan kakiku melangkah keluar menuruni tangga kereta dengan membawa bagpack cokelatku. Di luar kereta para sopir taksi sudah siap mengejar setiap orang yang baru turun kereta, kadang dengan gaya mereka yang sedikit memaksa membuatku memasang tampang BT setiap kali mereka mendekat dan memaksakan jasa mereka sambil berlari2 mengikuti kami. Satu orang berlalu ganti orang lain, ganti orang lain lagi, ganti lagi…”Ayo sini…” Tiba-tiba ada satu orang yang menghampiri sambil meminta tas2 yang sedang kami bawa…”Duh…” aku langsung terdiam, urung melanjutkan kata2 murkaku, hehehe…karena ternyata orang itu Aa Ade, sepupuku yang menjemput kami, aku langsung cengengesan…”hehehe…maap A…iyta kira sopir taxi…hihihi…”. Aa Ade cuma senyum aja, lalu langsung mengantar kami ke papa dan mamaku yang sudah menunggu di pelataran stasiun.

Tidak berselang lama Panther Touring Papa sudah melaju menanjak melintasi jalan lembang yang meliuk menuju Subang, aku yang langsung menghenyakkan tubuh di kursi tengah tak lepas memandang keluar jendela…”hmmm…I’m back again..” desisku dalam hati. Kabut tebal memberi warna abu2 di setiap hutan jati yang kami lewati, kelamnya malam memberi siluet2 indah di sekitar jalan dengan bayangan pohon2 yang menjulang merdeka menembus udara dingin.

Sementara aku menikmati setiap dingin yang mengisi pori kulit dan paru2ku…Mama yang duduk di depan justru sibuk bercerita seram, tentang semua hal2 mistis yang didengarnya pernah terjadi di setiap tikungan yang kami lewati, sebenarnya sudah puluhan kali kudengar, tapi memang untuk mendengarkan cerita2 semacam ini bisa mengundang rasa penasaran apalagi sepupuku yang merasa pernah mengalami semua hal2 aneh itu bercerita tepat di TKP, misalnya di tikungan yang tiba2 dia memencet klakson dua kali…”Di situ tuh Ade pernah ketemu sama makhluk yang gede banget, jam dua malem” atau…”Di sini nih…sering terjadi kecelakaan yang makan korban, seperti minta tumbal.”

Saat A’ Ade akan bercerita sesuatu lagi, dia memencet klakson dulu seperti kebiasaanya sejak tadi, tapi tiba2 klakson Touring papaku tidak bisa berhenti…terus berbunyi memekakkan telinga, memecah sepinya malam, seperti berteriak di tengan hutan… Kita semua panik, bingung…Mobil pun menepi. Papa yang sengaja memilih duduk di kursi paling belakang segera keluar sambil teriak2 “Angkat celah dibawah setir…!! Angkat!”, aku ikutan bangun dan mencondongkan badanku ke depan untuk menghampiri setir dan berusaha bantu A Ade yang mencari celah di bawah setir, A’ Ade sudah kelihatan bingung harus melakukan apa, aku juga bingung karena tidak menemukan celah apapun, saat aku mau turun dan buka pintu, hampir saja sepeda motor bekecepatan tinggi yang menikung menghantam pintu mobilku, aku masih shock, kututup kembali. Papa yang sudah berdiri di samping setir pun masih tidak berhasil menghentikan suara klakson yang “kumat” ini.

Papa lalu membuka kap mobil, setengah menit kemudian “suara gila” itu berhenti Fyiuh….Kami semua menghembuskan nafas lega. Perjalanan dilanjutkan, tapi semua masih terdiam. Lalu aku beranikan diri buka suara…

”Pah..tadi diapain di dalam kap mobilnya? Kok bisa berhenti?” “Nggak Papa apa2in, lho…papa kira si Ade yang nyabut sesuatu di bawah setir” “Nggak juga kok, Ade nggak apa2in, abis Ade udah keburu bingung…” Jadi…klakson itu berhenti dengan sendirinya. Well sejak itu A Ade nggak lagi cerita tentang hal2 serem di sepanjang jalan, sampai mobil tiba aman di parkiran rumah mungilku… Tepat tengah malam.

Memijakkan kakiku lagi di dinginnya lantai rumah mungilku, memberi perasaan betah…plus perasaan ngantuk…hehehe…Ya iya lha…sudah terlalu larut untuk beraktifitas yang lain termasuk bakar bebek yang sudah disiapkan. Aku hanya menghampiri kamar di sebelah kamar utama menemui keponakan kecilku si Dimas yang sedang tertidur pulas dalam dekapan mamanya, Kusentuh Dimas lalu kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya..dia hanya menggeliat dan mengusap mukanya lalu kembali terlelap, lalu kuciumi lagi sampai mama menyeretku keluar dari kamar dan menjitak kepalaku karena mengganggu tidurnya si juragan kecil…hehehe..

Awalnya aku sibuk mau nempatin satu kamar yang kadang memang sering kupakai untukku tidur sendirian, tapi kali ini I wasn’t allowed! Karena Papa sudah bersarang di sana. Akhirnya aku terlelap di kamar Mama bersama dua adikku di balik bed cover tebal sambil membungkus semua pikiranku yang mengembara sebelum akhirnya membuat syaraf pikirku mengendur…dan tertidur.

Udara dingin tiba2 mendekapku dan membangunkan tidurku…tanpa sadar aku sudah tidur menelungkup dengan berusaha menyembunyikan tangan dan kakiku dibalik dekapan tubuhku sendiri, mencari hangat yang tiba2 hilang…”selimut…mmmm…selimut…” aku mengerang…selimutku sudah entah kemana terlilit tubuh adikku…aku menariknya, percuma…aku memencet henponku utk melirik jam, 5.30 pagi…ya sudah bangun sajalah…sepertinya di luar juga sudah mulai terdengar sayup2 orang2 yang terbangun.

Kulihat Henponku masih aman bersinyal…memang sejak semalam sepertinya Telkomsel sudah bersinyal di sini, aman. Dibanding sebelumnya aku harus rela begadang mencari sinyal di tingkat atas demi bisa sms-an. Alhamdulillah kali ini sinyalnya mulai jinak, jadi gak terlalu kerepotan untuk berinteraksi dengan dunia luar, sudah nggak seperti terdampar di planet lain.

Ada beberapa sms yang belum sempat terbalas, kusempatkan untuk memencet2 keypad henpon sebentar untuk membalas lalu segera beranjak dari tempat tidur, cuci muka, sikat gigi lalu baru menapaki keberadaanku.

Dimas_1 Bermain dengan Dimas Chayangkuw…menyetel lagu2 CD Pampersnya yang sempat ketinggalan di Jakarta dan aku yang menjadi korban ditelponi terus agar gak lupa membawa CD itu…Here We go… With the song….”Selamat Pagi!! Terimakasih Pampers…bla bla bla bla bla…” Go Dancing Dimas!! Dancing!! Yeah…Dimas mulai bergoyang menghentak2kan kakinya dan menggoyang2kan tangan mungilnya. Disambung dengan semua lagu2 bocah jaman dulu yang diaransemen ulang. Dimas begitu cintanya dengan CD ini, sampai sehari bisa diputar belasan kali, kalo ada orang yang berani mendekat ke CD player untuk mematikannya atau bahkan cuma untuk mengecilkan volumenya saja maka ia akan berlari berteriak dan mendorong sang tersangka “Aaaaaaaah…..Ndak Oyeeeh!! Angan!! Angan!! Agu Aa…” (Tidak boleh!! Jangan!! Jangan!! Lagu Aa, red :) ). Alhasil…sepagian itu Aa Dimas lha yang mendominasi sound system di rumah mungilku.

New_photos201 Aku duduk di beranda depan rumah mungilku, di sekitar dengan hijau sejauh mata memandang seakan mengisi damai di penat pikiranku yang sudah terkontaminasi kehidupan Jakarta, dengan segala gersangnya…hijau ini begitu anggun terpampang di luasnya alam sekitar rumahku yang kecil, keberadaanku berdiri di antaranya tak berarti dengan kokohnya bukit2 yang mengelilingiku, suasana seperti ini yang selalu kurindu dan selalu menginspirasiku untuk sekedar menorehkannya dalam kenangan…

New_photos193_2

New_photos199

Tidak lama Bebek panggang sudah tersedia, sarapan ngariung ala sunda pun terlaksana, aku yang sedang mengalami “selesai ramadhan sindrom”, mengambil satu centong nasi lagi untuk sesi kedua…berat badan gimana? Yah…pasrah sajaaah… Bebek paggang bikinan Oom-ku Aa Eka memang selalu bisa menggagalkan niat baikku untuk berdiet, bumbunya yang meresap sampai ke tulang (gak segitunya denk…tulang bebek kan ndak enak) gak akan terpuaskan kalau malu2 cuma ngambil satu potong, minimal 3 potong lhaa…

Selesai sarapan…ada hal penting satu lagi yang kulakukan…melanjutkan…tidurrrr… :p

Jam Delapan pagi adikku si Ossy sudah sibuk membangunkan semua orang untuk diajaknya ke kebun strawberry, aku sebenernya masih berat dengan kantukku…masih kepingin menikmati dinginnya pagi Subang di atas tempat tidur mama yang agak hangat… Tapi membayangkn kesenangan berada di kebun strawberry mampu membawa badanku menuju kamar mandi dan dengan nekat dan biadabnya mandi dgn shower yang mengeluarkan air kulkas…Brrrrrrr….. 5 menit jangan lebih…bisa mati beku aku…! Dandan seadanya dengan jeans sedengkul dan kaos joger bertulisan “LUNAS” segede gaban di bagian dada…begitu keluar…ternyata si ossy pake kostum dengan dress code yang sama…celana pendek plus joger…ya sudah lha…gak ada kan anak panti asuhan yang genit centil seksi kayak kita berdua ?? :p

Ternyata perjalanan ke kebun strawberry kali ini hanya diminati oleh keluarga Oom-ku ditambah aku dan adikku. Dengan mobil carrie yang imut bikin adikku yang punya badan sepanjang galah agak kerepotan duduk di dalam mobil…ada untungnya punya badan imut kayak aku…gak sesengsara si ossy selama perjalanan ke lembang.

Kebun strawberry yang pertama kita tandangi ternyata tutup…tujuan berikutnya lumayan ada beberapa pengunjung, tapi berhubung hamparan kebun strwberry itu masih berbuah imut2 jadi kegiatan memetik sedang ditiadakan  jadi kami cuma bisa menikmati sejuknya udara lembang dengan pemandangan kebun strawberry dan bukit2 hijau di sekitarnya, pastinya dengan sekeranjang strawberry matang siap makan yang kita beli di kiosk strawberry terdekat.

Sebenanya aku nggak begitu suka rasa strawberry tapi entah kenapa kali ini seleraku sedang berbeda, gumpalan2 merah merekah yang cantik itu habis kulahap tanpa ampun…”Strawberry sekarang rasanya lebih segar…beda dengan strawberry yang iyta cobain dulu…hehehe…” alasanku yang mengada2 cuma bisa membuat tanteku menjitak kepalaku. Iya deh sekarang aku ngaku…buah strawberry ternyata enak kok…cantik pula…seperti akuuuw… :D

Di bagian luar perkebunan berjajar penjual2 batagor, siomay, baso tahu…hmmm…nyam nyam nyam…batagorrr??? mauuuu…aku dan adikku lngsung menyerbu si abang, pesanan langsung kubawa ke dalam saung strawberry, begitu duduk aku baru melihat ada tulisan “Dilarang membawa makanan dan minuman dari luar” hehehe..bodo’ah…yang penting aku beli strawberrynya sekeranjang. Tanteku tiba2 punya ide nyeleneh…berhubung kehabisan gula untuk dicocol bersama strawberry, bumbu batagor ternyata juga menimbulkan minatnya untuk dicocol bersama buah strawberry…hweeeh??? rasanya?? Silahkan tanya sendiri sama tanteku yang memang punya kebiasaan2 aneh, pernah gak makan tape pake nasi? Kalau aku mah…tape nya aja udah gak doyan apalagi campur nasi?! Nah…apalagi ini nih…strawberry pake bumbu batagor…gak elite bener sih…!

Setelah selesai berstrawberry ria…kita menutup hari itu dengan keliling bandung teu puguh! (gak jelas,red). Macet? Yoi…! pastinyeee! Hujan? Iya juga tuh, yah lumayan lha…mumpung di jakarta dah kagak pernah nemu ujan. Akhirnya pas sore baru kita janjian ketemu sama papa di lembang…makan mie kocok favorite papa. Dan aku…yg sebelumnya siang tadi pas capek ngiterin bandung sudah terisi dengan pecel lele…bihun + baso urat kali ini pun masuk daftar hidanganku juga skr. Hehehe…Insyaf Ta…Insyaf…Kiamat sudah dekat…jangan gendut2…! (Apa’an hubungannya??).

Well…That’s a part of the story of my last weekend dari libur lebaranku. Menyenangkan! Dan sekarang aku sudah di rumah, tiba jam 3-an sore tadi, lalu langsung dgn niat sepenuh hati menulis semua ini. And now…aku kudu mandi…udah lewat maghrib, bentar lagi akan ada orang yang mau ambil titipan peta Bandung. Jangan heran…nih orang emang rada gak jelas, minta oleh2 dari bandung kok peta?? Yang lain kek…cw bandung misalnya…kan lumayan aku bisa berprofesi mucikari…hehehe…nggak denk…amit2! Yah…ceriwis Yo weis deh…abdi rek ibak heula nyaa’..! dadah bubbye… Muah muah.. :*

To Sumone

October 6th, 2006 by purpledew

Karena ku Yakin
Cinta Dalam hatiku
Hanya milikmu sampai akhir hidup ku
Karena kuyakin
Disetiap hembus nafasku
Hanya dirimu
Satu yang slalu kurindu…

Dedicated to sumone……

sepotong kisah cinta sang sahabat

September 2nd, 2006 by purpledew

Saat kecantikan menjadi sesuatu yang relatif, kau akan memandang jauh lebih dalam untuk menilai kecantikan sahabatmu. Lebih jauh ke dalam hatinya…ke dalam jiwanya. Akan kau temukan kecantikan yg paling lembut di hatinya, kan kau temukan aura terindah dari jiwanya.

Begitu caraku memandang salah satu sahabatku ini. Dia tidak pernah mengeluh dengan ukuran tubuh yg sering menjadi hal paling prioritas untuk sebagian besar cw, yg penting bagaimana dia bersikap. Karena memang terbukti, apa yg terpancar tulus dari dalam akan menambah aura keindahan bagi siapa saja yg ada di sekitarnya.

Tapi kadang kenyataan tidak selamanya indah, kenyataan tidak selamanya mengikuti alur mimpi yang ada di benak kita. Kadang dia punya kaki sendiri untuk melangkah membawa takdir kita. Tapi semua pasti punya makna.

Sahabatku datang, dengan binar dan segala kecerahan. Dia jatuh cinta. Aku ada di sampingnya saat dia merasakan degub aneh tapi indah. Aku ada di sampingnya saat dia merindu dan mendamba. Tuhan…tak sampai hati aku mengusiknya dengan kemungkinan2 terburuk yg mungkin memang sebenarnya sdg terjadi. Tak sampai hati aku menghentikannya dari mimpi.

Kulihat lelaki itu. Tampan, gagah…pengelana laut yg tampak begitu gemerlap di hadapan sahabatku. Ada rasa bimbang menyelusup hatiku. Berusaha tak kugubris. Sahabatku layak bahagia. Kuyakinkan diriku bahwa dia layak menjalani kisah cinderella-nya. Sang lelaki begitu baik, perhatian, memberi sahabatku hangat di sela keseharian, memberinya tatapan terlembut seperti siap memberi separuh hatinya. Hanya saja aku takut dia terluka. Karena tak pernah ada kepastian, hanya menunggu dan memendam harap dan rindu. Menikmati setiap detik bersama meski tak pernah rasa hati itu terucap, menikmati semua ceria yg tersisa tanpa tau akan kemana arah membawanya…

Hari itu, harinya sang lelaki untuk kembali berkelana. Sahabatku memintaku menemaninya ke airport untuk melepasnya berangkat ke negeri seberang dimana setelah itu kapal2 laut besar akan membawa lelaki ke benua lain.

Saat itu aku dan sahabatku kebetulan sedang menjalani training di airport jadi kami pun bisa mengantarnya hingga boarding gate. Aku berdiri di depan lelaki itu, menjabat tangannya "ati2 ya…goodluck!" ucapku seadanya. Setelah itu aku mundur, memberi jarak pada mereka berdua. Setelah sebelumnya aku kuatkan hati sahabatku agar tak sampai menangis di hadapan lelaki itu.

Mereka saling bersalaman, saling bertatapan, tak lama sang lelaki menariknya ke pelukan. Ya Tuhan… Dapat kurasakan getaran hati sahabatku saat dirinya berada dalam pelukan laki2 yg selama ini berkeliaran di benak harapnya. Perpisahan itu pun terjadi… Saat dia sudah beranjak melewati batas kami bisa mengantar…tatapan sahabatku tak pernah lepas dari punggung sang lelaki. Seperti seluruh jiwa dan hatinya ikut terbawa dan terengkuh jauh…

Tangisanpun lepas…menggema di setiap sudut ruang tunggu. airmata membanjiri pundakku. Semua sesak meluap, semua rindu memuncak. Aku hanya dapat mendekapnya dan memberinya sedikit hangat. Menggenggam jemarinya yg bergetar, menenangkan setiap jeritan sakit akan satu perpisahan. Aku berusaha membuatnya tetap tegar.

Bulan2 berlalu…semua lewat, tapi ternyata harap di benaknya tak pernah usai. Kata "menunggu" untukknya dianggap sebagai ujian akan kekuatan cinta yg selama ini ia pendam. Sesekali kutengok…hanya memastikan dia baik2 saja, sesekali kukirim tawa untuk sekedar memercikkan ceria di hari2nya yg abu2. Tak jarang juga aku memintanya untuk menyerah, bukan untuk membuatnya terpuruk, justru untuk membantunya kembali berdiri dan mencari pelangi yg lain yg mungkin lebih indah, mungkin lebih cerah… Tapi memang cinta tak semudah itu dihapus, tak semudah kita klik "undo" pada sistem komputer. Esensinya terlalu dalam dan rumit, tak mudah terurai logika.

Hingga suatu saat semua harus benar2 berakhir. Satu pengakuan yang sahabatku dengar membuatnya benar2 mengerti arti kehadiran sang lelaki. Semua semu, semua hanya indah dalam khayal…tak secantik rupa sang harapan yg selama ini tersimpan rapi di laci2 memori. kalimat "Aku hanya menganggapnya sebagai teman…" sudah terlalu klise untuk kudengar. Tapi kenyataannya hal itu yg sering memberi perih di luka harapan yg patah.

Akhirnya semua berlalu …tahun2 pun lewat… sang sahabat telah pulih…kembali berwarna.  Mencari tambatan lain yg memang tak mudah, tapi at least dia mencoba…aku bisa sedikit bernafas lega meskipun kutahu dia sedikit memaksakan keadaan. Tapi paling tidak kisah kasih tak sampai itu sudah lewat.

Dan hari ini… seseorang muncul di YM list-ku. add requestnya baru saja ku-approve. Ketika dia buzz window YM-ku, akhirnya aku tahu siapa dia. Sahabatku pernah bercerita bahwa sang lelaki akhirnya menambatkan kapalnya pada satu pelabuhan hati…ya…pada wanita yg tiba2 muncul di YM ku ini.

Sahabatku bilang semua sudah usai, tapi kehadiran cw itu seakan terlalu dipaksakan, Mnurutku…apa pentingnya berteman dgn seseorang bila hanya setengah hati? Dan aku tau sahabatku mulai risih dgn cara cw itu berusaha mendekat seperti ada motif di balik itu semua. Yayayya…seharusnya memang aku harusnya berusaha lebih bepikir baik terhadapnya tapi hey….seperti hari ini, entah kenapa menghadapi cw satu ini memang cukup tidak menyenangkan. Aku setuju dgn pendapat sahabatku itu. Sampai akhirnya aku berbicara sesuatu yg membuatnya agak tersinggung. Woops…sorry…im just trying to tell the truth anyway… :p Bener dong kalo aku bilang " Im glad that finnaly ur boyfriend could make up his mind, coz he such a person who cant show…sumthing. I mean kinda flaterer…" Hmmm…sure she got lil iritated but it’s the only way to let her know what kind of person her boyfriend is. I know it aint my bussiness but…sumbody ever broken my best friend’s heart. I didn’t mean to hurt her but just to show her that she cant get in that way just to know sumbody and look after sumthing about her boy friend.

Well…aku gak tau apa aku besikap benar atau salah. Tapi yg pasti sahabatku memang layak tenang dengan dunianya sekarang. Tak perlu lagi terusik dengan masa lalu tak menyenangkan.

Sahabat…yang terbaik hanya yntukmu sebagai do’aku. Semua pernah menangis, semua pernah meratapi cinta yg pergi…tapi pelangi selalu hadir setelah hujan dan badai. Jgn pernah berhenti menyimpan harap. karena hanya itu yang membuatmu tetap bertahan dan menantang silaunya sinar mentari esok pagi…

Love u dear…

Dear…You…

August 5th, 2006 by purpledew

Malam ini, kubuka lembaran2 gambar yg memuat semua kenangan. Bukan sengaja, karena seharusnya itu tak boleh kulakukan, krn hanya akan menambah berat langkah yg sedang coba kujalani. Tapi tetap kubuka…kupandangi kembali wajah itu, wajah yg setiap pagi masih  hadir untuk sekedar menyambutku…tidak… tepatnya mengingatkan hal pahit yg sdh terlanjur terjadi, menelan kenyataan bahwa aku hanya bisa bermimpi akan dirinya skr.

Satu novel kubaca…byk  kutipan2 yg seakan terus menyeretku untuk mendalami makna kesedihan akan satu kehilangan. Mungkin lagi2 aku berbuat bodoh dg menenggelamkan lagi jiwa ini ke dlm lumpur kesendirian yg begitu dalam yg seharusnya sudah tidak lagi membuat hening di setiap bersitan kenangan yg hanya sekedar lewat dan mampir sebentar di sela pikirku.

Entah sampai kapan aku melewati tepian danau kehidupanku sendirian…tanpa dia

Entah sampai kapan aku masih berharap ada rindu darinya untukku

Padahal mungkin aku sudah terlupakan dan terlewatkan begitu jauh…hingga ia mungkin tak mampu lagi membayangkan sosokku…

Tapi langkahku masih begitu terbebani dgn semua rasa ingin yg masih tertinggal dan berbekas, padahal mungkin namakupun sudah terlepas dari jejak2 kenangan yg skr terkapar tak tersentuh.

Seharusny sudah bukan masanya lagi…tuk berharap akan hadirnya

Aku hrs kuat demi dia…

Biarkan dia bahagia dengan langkah yg ia pilih…meski hrs tanpaku.

Dan aku harus bisa bahagia juga demi dia…agar dia bisa tenang menjalani hidupnya di sana.

Membiarkan diriku tak lagi berarti untuknya, dan seluruh kisah kita kan tergilas waktu dgn semua kisah barumu dgn cinta yg lain…

Seharusnya kusadar itu. Ya…kan kubiarkan dia menjauh dan berlari dariku…krn spertinya itu akan terus menjadi langkah terbaiknya di setiap saat dia merasakan kilasan kenangan yg mencoba menggoda khayalnya.

Aku tak ingin mengganggunya lagi….

Hanya saja…

Malam ini aku rindu…

Diyo…be tough!

June 13th, 2006 by purpledew

Saat seeorang datang. Terseok, terluka, selalu murung dan bersedih…meskipun dia lelaki, perasaannya tetap sama bila sedang terpuruk. Aku menganggapnya ada, aku menganggapnya sahabat, karena apa yg sedang dirasakannya saat ini persis seperti yg sedang kurasakan.

Dunia sekitar kami spt sibuk membuat kami bersatu, hati kami adalah milik kami, bukan hak mereka menentukan jalan aku dan dia.

Cintanya pada seseorang yg menyakitinya tak pernah lekang oleh waktu, itu pengakuannya padaku. Dari lubuk yg terdalam aku menghargai setiap ucapannya, dp kuselami rasa sebenarnya yg mengalir seiring keinginannya sendiri untuk melupakan seseorang itu.

Aku hanya bisa mendengarkan…membagi cerita yg kurang lebih sama. Dia katakan dia memiliki cinta terlalu dalam terhadap seseoran yg kini meninggalkannya, dan ketika seharusnya cinta itu bisa terobati…dia memilih pergi meninggalkan semua jejak di dalam kantung hitam memorinya. Dia terpelanting jauh ke ruang tak berdasar, aku berada di sana bersamanya, hanya sebagai teman berbagi galau, karena kurasa dp mengurangi resahku sendiri. Sering kulihat airmatanya menetes di balik bingkai kacamatanya, membuat tatapannya redup dan putus asa. Dia tidak ingin kembali ke seseorang yg tramat sangat ia cintai, ia memilih menjauh, pilihan yg tidak bisa diterima logika pikiranku sbg perempuan.

"Dia memohon, memintaku kembali. Tapi gak bisa…sampai kapanpun gak akan bisa"  begitu ucapnya tentang wanita yg ada di hatinya, aku hanya bisa termangu dan menatap kosong. Sudah segitu ironisnya kah semua kisah yg ada?? "jangan kau bohongi dirimu sendiri, perasaan yg kamu rasa skr adalah anugerah. Jaga selagi masih bisa kau rasa dan selagi masih ada kesempatan" coba kukuatkan hatinya… Tapi dia tak bergeming…beban masih terlihat jelas di balik tatapannya.

Dia memilih menyibukkan diri membantu sesama…berangkat ke Jogja sehari setelah dia mendengar berita gempa… Dia bilang "rasa cintaku akan tersalur…terlalu banyak kasih sayang yg tak tersampaikan utk org tersayang, biar kubagi dgn yg lain" begitu ucapnya terakhir sebelum beranjak pergi.

Ternyata sekarang dia sakit di Jogja sana. Tuhan…hatinya yg sedang lemah membuat ketegarannya sebagai lelaki seperti hilang. Aku prihatin… Saudara kembarnya memberiku satu tiket utk menengoknya ke Jogja bersama dia dan bundanya. Aku tak punya hak apapun utk memberinya perhatian lebih, kuputar salah satu nomor telpon, kukabari org yg selama ini sebenarnya punya banyak arti untuk dirinya, gadis itu menangis, aku begitu teriris, spt merasakan hal sama…seperti berkaca. Kuberikan tiket itu untuknya, dia lebih berhak berangkat untuk menemui org yg selama ini tak pernah pergi dari ingatannya, dia jauh lebih berhak untuk bisa mengobati pria terkasih yg sempat melangkah keluar halaman hatinya.

Kuyakinkan pada gadis itu "kamu harus percaya akan harapan, dia mungkin selalu terlihat tegar di hadapanmu, tapi dia rapuh di hadapanku…yg dia butuh hanya kamu meski dia tak kuasa mengakuinya pada dunia."

Satu kisah ironis lagi…semoga berkesudahan dgn senyum dan bahagia. Diyo, Wulan…cinta itu selalu ada bila kalian percaya. Jangan berhenti menikmatinya, tapi berhenti menyakitinya…

Ps: Yo, cepet sembuh ya…di sana kamu malah ngrepotin, maaf aku gak bisa ikutan, aku tau kamu lebih butuh siapa di sana :) Bukan maksud membongkar rahasiamu, tapi cintamu terlalu dalam utk kau kubur. Biar dunia tau sedalam apa rasa yg kau punya utk Wulan… peluk dia spt yg pernah kau bayangkan saat kau rindu :) jgn biarkan dia pergi lagi. Kabarin aku yaaa…

MU versus ME :p

April 30th, 2006 by purpledew

hello there…..

another new page.

On this rainy afternoon, I try to write sumthing here. Salah satu alasannya karena gak tau mau ngapain. Jadi dengan menulis mungkin bisa membuat pikiranku lebih terarah (hehe sebelumnya nyasar :p).

Kita cerita gak usah jauh2, about yesterday aja dulu.

Sabtu,29 Maret duaribuenam.

Saat mulai kubuka mata, dan coba ngumpulin nyawa yg sempat hangin around sumwhere, satu hal yg terlintas : oh, aku tidur di kamar mama. Mama papa dimana? Oooh iya, di Palembang. Iya, they went to PLM yesterday. Stelah itu aku rada lupa ngapain, yg pasti langsung minum obat.Beberapa rencana keluar hari ini gak boleh gagal cuma karena batuk dan sesak nafas yg minggu2 terakhir ini sudah bikin aku absent sekian lama dari kantor. Almost a month!! udah kayak gadis pingitan yg mau dikawinin, wz activity di kamar, tidur, makan, minum obat all the time and luluran (every day lhoo), going out? paling jauh ke pasar kaget deket rumah ato ke superindo. U know what? terakhir2 ini gw udah mulai spanning, gara2 those damn infotainment!! Bukannya karena gw salah satu artis yg di gosipin, tapi karena dah bosen, muak, eneg, uwek uwek…nonton yg beginian. Ngurusin urusan orang sampe segitu hebohnya, tp mau apalg?? I stay home, nothing to do, most channel just like only have one programme : infotainment. Such a craps! Wait…skr jadi aku yg berubah nyebelin :( Udah ya…Take a deep breath….Fyiuuuuh…

Ok focus….

After I arrange for the return flight of my parents, my sist brought bad news, salah satu tetangga kami meninggal dunia (Inalillahi…). Aku dan Ossy memutuskan utk melayat, Tante Joko, tetangga (gak terlalu deket sih…), teman mama, mama dari Eva (teman TK-ku), Mama dari Senddy (siapa? teman…oh iya, kakaknya eva. Pokoknya gitu). Jujur aja aku memutuskan utk datang meski ga terlalu kenal salah satu alasannya adalah senddy, paling nggak aku sempat kenal dia meskipun sebentar, alasan lain karena gak ada mama papa jadi aku dan ossy hrs mewakili, alasan lain?? gak ada salahnya datang mengunjungi keluarga yg sedang terkena musibah… jadi gak juga krn senddy kok (bukan juga karena senddy pernah punya cerita yg tertulis di salah satu blog ku ini yg punya judul rada nyeleneh…bukan …bukan krn itu kok, asli deh! :p)

Aku sms ‘that sumone’ bahwa aku akan datang melayat ke rumah senddy : no response, that’s ok :)

Aku ambil kerudung biru dari lemari mama, berkutat sebentar di cermin di sebelah ossy adikku yg sedang mengenakan jilbab. "Teh..dia muslim?" Ossy bertanya sambil wajahnya tidak lepas dari cermin. "Gak tau, eva dan Senddy sih muslim, kalo ibunya teteh gak tau" iya…aku emang beneran gak tau.  "Kalo gitu nulis ucapan belasungkawanya yg umum aja" Ossy decided.

Sampai di ujung gang, aku ngintip sedikit, sudah banyak banget orang di depan rumahnya. Saat kami memasuki rumahnya setiap mata mengarah ke kami, bikin kami berdua bingung dan berharap segera bertemu salah satu sanak keluarga tante joko yang kami kenal, untungnya Senddy langsung terlihat sedang menyambut para pelayat yang memasuki pintu rumahnya. Dia menoleh ke arah kami, aku cuma senyum, dia juga. Perlahan kami hampiri, lalu kusalami dia "Turut berduka cita ya Sen…" Dia segera menarik tanganku dan menempelkan pipinya di pipiku (loh…! Aduuh…kok pake cupika cupiki gini sih?? pikirku dalam hati. Biarin deh mungkin kebiasaan dia aja, lagi suasana berduka nih…gak boleh mikir macam-macam) "Salam dari mama papa yaa, mreka lagi di palembang" cuma itu yg aku bisikan ketika telinganya dekat wajahku. AKu langsung masuk lebih dulu dan disusul Osi, aku sempat mencari sosok Eva, teman TK-ku adik Senddy yang jarang sekali terlihat keluar rumah. Padahal dia adalah satu2nya sahabat yg aku miliki di masa TK ku yg nyaris gak punya teman karena sulitnya aku bergaul. Dulu aku dan Eva sama2 kurus, kerempeng, ceking, begeng. Tubuh kita bdua beneran sama. Sejak kita mulai gede dan punya kesibukan sendiri2 aku dah gak pernah lagi ketemu…ketika aku udah mulai gemukan Eva yg kadang aku lihat berdiri di depan rumahnya tetap dengan keadaan yg sama, tdk berubah sama skali,sudah lama aku ingin ada komunikasi lagi antara aku dan Eva tp… kalau ingat abangnya.. bikin aku urung niat. Takut nanti tambah panjang cerita soal dia di blog ku ini.

Tante Joko ternyata Nasrani. Sebentar aku melihat jenazah tante joko yg dibaringkan di dalam peti kayu berwarna coklat ber-purnish, dengan gaun putih seperti pengantin kupandang wajah kaku yg sudah membujur itu. Tante…beberapa minggu lalu aku sempat melihat Tante keluar dr pagar rumah, karena jarang sekali terlihat aktivitas di rumah itu membuatku selalu menoleh setiap kali pintu pagar hitam yg seringkali menutup rumah tante Joko terbuka. AKu panjatkan do’a sesaat, menurut kepercayaanku tentunya, aku yakin Allah maha mendengar, sebab agama apapun org yg sedang aku doakan sekarang tetap ciptaan Tuhan-ku, tetap tetanggaku, mama dari anak2nya yg muslim.

Kutanyakan Eva pada Senddy, ternyata sedang solat djuhur. Akhirnya aku pamit diri dari rumah itu, sambil keluar kutanyakan ke adikku "si…lo dicupika cupiki gak sama Senddy tadi?"  "nggak…ogut kan gak gitu kenal kalii" Aku langsung manyun, sialan…gak adil nih kirain sama semuanya begitu, rutukku dalam hati.

Acara selanjutnya bertemu d’kurcacies. Ya, di blog terakhirku memang sempat tertoreh luka di antara kami. Kita semua sempat terbentur emosi, terbentur rasa egois masing2 yg merasa benar. Mungkin terutama aku, aku yg sulit sekali melepas jeratan emosi yg sepertinya menutup rapat syaraf logika tentang pentingnya menjaga persahabatan dibanding hal sesaat yg sebenarnya masih bisa termaafkan. Untungnya semua sudah lewat. Guys..we’re back again (hehehe….maybe it should be "I’m back!" ). Perjalanan menuju Blok M plkaza cukup membuat bronchitisku nyaris kambuh,panas sore yang nanggung membuat mataku tak begitu kuat menahan pantulannya, ulu hatiku sudah mulai mual saat bus metromini 75 yg menggiring semua penumpangnya menuju terminal blok M, penat, asap knalpot, aku mulai panik, mulai parno…gushhh…I can’t breath, moncong knalpot mayasari persis berada di depan bis ku, mengeluarkan kepulan hitam yg sejenak membuat kepalaku seperti berputar. Macet…menambah kucuran keringat dingin yg mengguyur tubuhku, pulang? no…its’ half way through, C’mon ita..u are strong, penyakit sialan ini pasti segera sembuh, jgn dimanja, lawan! desakku dalam hati. Kmana ita yg kuat dulu?? Ita yg paling males disuruh minum obat karena kadang berkeyakinan penyakit bsa cepat lewat kalo kita lupa kita sakit, tp rasanya tidak utk sekarang ini, aku bahkan tergantung sekali oleh obat dokter yg membuat batukku lebih tenang dan ganjalan di dadaku lebih ringan. Dan…o iya, aku baru ingat, hari ini adalah obat terakhir yg kuminum, obatku habis, gmana dengan besok??Duh, obatnya mahal banget lagi, jadi mulai kepikiran niih… L

Sampai di terminal, perlahan aku berjalan mnaiki tangga penyebrangan menuju plaza, iya…perlahan…karena ternyata tubuhku ini sudah sulit dibawa bergerak cepat, entah karena apa, aku baru merasakannya beberapa hari terakhir, sepertinya aku menyeret kaki yg tramat berat, dan tubuh ini akan terasa ngilu bila bergerak sedikit banyak. Ya Allah….jangan beri aku penyakit lain. Sembuhkan aku Ya Allah…

Sesampainya di platinum which is our rendez-vous place, aku clingak clinguk mencari sosok2 yg kuakrabi, tak terlihat, ku-sms upa, dia jawab “turun aja ke bawah”  What??? Bawah…aku segera mencari escalator utk turun ke bawah, emosiku mulai memanjati sebagian urat tegangku, “kenapa masih dibawah??

Kan

udah jam segini, mau slesai jam brp kalo jam segini belum ada di platinum?? Aku kan ada janji lg sm that sumone.” rutukku dalam hati…lagi pula di bawah di mananya, upa gak jelas nih…di bawah…dibawah…ya ampuuuuun!! Iya di bawah, huuuuh… Ita bodoh, di bawah maksudnya di dalam platinum tapi di lantai yg bawah, platinum

kan

ada dua lantai…yayayayayya…  aku langsung berputar mencari escalator naik. Buru2 aku memasuki platinum dan menuruni anak tangga, 3 org yg sudah kuhapal langsung menyeringai… fyiuuuh…

Aku membawakan oleh2 yg sudah ampir 3 minggu ngendon di kamarku sepulangku dr bali, kubagikan. Upa tak kalah heboh, dia pun membagikan kado, untukku dari upa dan uki, untuk pit dari upa, dan untuk ibu hamil a.k.a uki dr bunda upa. Seperti biasa, di antara kita selalu banyak cerita Semua cerita terus mengalir, spt biasa…yg mendominasi cerita adalah org2 cerewet spt aku dan upa, sedang pit dan Ki selalu jadi pendengar yg menyenagkan…. :p

Pastinya mreka ingin dengar dan lihat langsung keadaan iyta si sakit, yaaa… here I am. “waah…ita kurusan” komentar menyenangkan di antara sederet berita yg kurang enak dariku.

Tak lama Hans datang, sang calon ayah dari janin yg sedang digenggam oleh perut uki yg tak lain sang calon bunda… J Bahagianya. Kapan giliranku?? Sempat terlintas keinginan menjadi seperti mreka skr, begitu memiliki…terlihat begitu saling menyayangi, ditambah ada buah cinta mreka skr… Uki-ku sayang…God has completed

ur

destiny for being a woman. Terlintas lagi sedikit goresan mnyakitkan…”hubungan pacaran aja aku masih belum bisa maintain dgn baik, pantaskan aku iri terhadap mreka??” yaa…harus kubenahi dulu diriku sendiri sebelum bermimpi utk mengurus dan mendampingi orang2 yg kita sayangi dalam hidup ini.

Pertemuan kali itu terasa begitu cepat karena aku hrs segera beranjak menuju terminal busway menuju Sarinah, ya…to Manchaster United café untuk acara nonton bola bareng. What?? Nonton Apa?? Bola?? Ita nonton bola?? Begitulah komentar org bila tau aku nonton bola, sebab gak pernah ada bagiku untuk terhibur dengan tontonan bertema bola sepak, sepak bola, soccer, football…whatever deh… Tapi, no…not this time, I’m so excited, over excited maybe, karena aku punya keinginan untuk menyelami sedalam2nya hati dan jiwa that sumone, dan mengukur sejauh mana kemampuanku untuk bias beremphati, menghargai dan semoga saja bisa ikut menikmati tontonan yg that sumone bilang sooo seru deh pokoknya…spt janji muluk tp coba kupercaya.

Turun dari busway memang masih meninggalkan pening di kepalaku, ternyata aku memang belum betul2 sehat, aku merasa lemah sekali berada di dalam tubuhku yg ringkih ini. Sebelumnya sudah diberitahu bahwa kita akan nonton berdiri, no seat ok, ok. Gpp deh, coba yaaa…seberapa have fun bisa kudapat di sini. As long he’s here and comfort me I think i would be fine

Menaiki escalator yg dikelambu oleh jarring gawang bikin aku tersenyum senang, hmmm…seru jugaa… muali antri, belum terlalu panjang, hanya sekitar 5 menit kita antri, setelah urus pembayaran dan dijelaskan bahwa tempat duduk sudah full reserved dan kita bersedia kami pun mulai memasuki suasana temaran yg mulai hitruk pikuk, dengan bando devil yg kupakai + T-shirt merah yg sengaja kukenakan kelihatan aku sperti yg mengerti saja tentang pertandingan ini, padahal siiih…”Yank, MU lawan siapa sih?” “

Chelsea

yank” hehehe…

Kita langsung cari tempat yg senyaman mungkin untuk berdiri, iya, berdiri pun harus tetap nyaman dong, bukan tontonan sebentar ini, paling tidak kita berdua dapat pagar untuk bersandar. Lumayan. That summone mulai cerita sedikit tentang inti dr pertandingan kali ini “Chelsea itu urutan pertama yank, MU kedua, dalam pertandingan ini paling nggak Chelsea cukup dapat nilai seri utk jadi juara, jadi MU hrs menang” “Yaaaah…kok MU payah sih? Terus kalo MU menang kali ini?” tanyaku lagi “yaa bukan berarti MU langsung juara, tapi paling nggak

Chelsea

jadi juara nya bukan pada saat melawan MU. Kan dari 38 pertandingan sisa 3 lagi, kalo dalam 3 pertandingan itu MU menang terus ada kemungkinan MU juara, tapi dengan catatan Chelsea harus terus2an kalah bahkan gak boleh seri” Begitu kira2 penjelasan dia soal apa pentingnya nonton pertandingan kali ini, aku sempat terbengong2 mengetahui dia begitu fahamnya soal hal kayak gini, kok tau sih yaa?? Dia pun berjanji akan memberi penjelasan padaku sepanjang pertandingan ini yg aku gak ngerti, weleh…semuanya kali aku gak ngerti,

gaya

doang nih pake merah2 gini.

And the crowd started make the room full, tiba2 dia menangkap sosok sahabatnya, Heiho, teman kulaihnya, salah satu pencinta MU juga katanya.

Pertandinganpun dimulai, keadaan mulai sesak, hal pertama yg menggangguku adalah bapak yg berada persis di depan hidungku, dia mengahalangi pandangku ke layar TV, nasib jadi org pendek membuatku pasrah geser kepala ke kanan lalu ke kiri untuk menyeimbangi gerakan si bapak itu juga, huuuh…ngerti juga belom nontonnya susah banget! Belom ada 5 menit pertandingan gawang MU sudah dibobol, yaaah…gak asik nih, baru mau mulai nge-fans dah bikin patah hati, rutukku dalam hati, aku memandang nyengir penuh arti ke arah that sumone, seperti bertanya “yaaa…gmana nih? Belum apa2 udah kecolongan?” Saat gol terjadi spontan orang di sekitarku teriak histeris, gak sedikit juga yg bersorak girang sape loncat2 gak jelas, kok nih org2 pendukung

Chelsea

ada juga di sini yaa??? Pikirku norak “Yank, org2 ini gak takut pulang digebukin ya nonton di MU café” “hehehe…ya nggak lha yank” hehehe iya lah, jayus bgt sih pertanyaanku, emangnya di lebak bulus yg kalo pulang nonton bola trs tawuran?

Keadaan mulai sedikit menggangguku, aku yg sudah mepet pagar pembatas masih terus di “permisiii…” org tiap kali mereka lewat nyelip di antara himpitan manusia2 gila bola, tambah lagi tubuhku pasti tersenggol, dari pelan sampe yg kasar bikin lenganku BT…eh…sakit…akunya BT. Beberapa kejadian di layar yg membungkus lapangan hijau terjadi, aku sendiri gak gitu paham apa’an yg pasti bikin semua org di sekitar ku teriak sekenceng2nya mreka bisa ngluarin kegaduhan, yg sialnya ada orng yg dengan entengnya loncat2 di atas kaki ku..berkali2, udah kugeser kakiku dia loncat2 lagi, dan kakiku selalu jadi sasaran empuk karena cuma pakai sandal cw yg teplek “ hwaaaaaaaa….sakiiiit maaaakk…” hiks hiks, airmataku mulai terperas oleh perasaan jengkel, sabaar…pintaku pada diri sendiri, jangan nangis dong, anak kecil yg ada di dalam pagar pembatas yg berisi tempat2 yg sudah di booking melihat ke arahku, dia tidak berkedip bikin aku salah tingkah sendiri, dia pasti lagi terheran2 ngeliat ada org nangis di tempat kayak gini.Ruangan yg sesak + asap rokok sebenarnya sudah cukup menyiksaku, tubuhku seperti bilang “itaa…aku sudah gak sekuat dulu…tolong jgn siksa aku dgn asap rokok dan kepenatan”. Kubetulkan posisiku berdiri, God, there was no more space, untuk tarik nafas pun sepertinya aku udah gak bisa, bapak di depanku sudah berganti anak muda blo’on yg terus2an menginjak kakiku, dan sesekali menyikut tubuhku  dengan gerakannya yg gak stabil (hiper aktif BGT sih nih bocah…) dgn geram aku pelototi dia stiap kali dia nengok ke belakang!

Sudah cukup, kepalaku seperti berputar saja rasanya…aku mau pulang, tp gimana?? That sumone masih tak bergeming melototin timnya yg masih punya skor 0-1 untuk sang lawan. Gak sampe hati cerita ketololanku yg menderita karena keinjek, kesikut, dan hardly breathing. Itaaa…katanya tadi mau coba?? Iya,

kan

cuma coba, kalo gak kuat gpp donk. Itaa…katanya sayang sama dia…jangan bikin kacau doonk. Iya…tapi kaki ini juga sakit L Katanya mau berkorbaaan?? Hhhh…iya deh, tahan ya ta… Akhirnya aku coba bertahan lagi, tp sudah kadung BT, no talks ya…bisa lepas nih tangisan kalo ada yg negor. Tiba2 break…rehat dulu. Oh no… here it is…I cant hide this stupid face! I’m BT nih, u know?? Kira2 gitu ekspresi wajahku, yakin banget deh aku…

He started… “Kamu kenapa yank? Kasiyan nih yayanknya aku…mau pulang?” tuh

kan

tuhkan…aduuuh, mulai deh, hikz…bukannya ngejawab malah airmata yg keluar (duuh…cengeng bgt sih gw…) yup, alhasil airmataku banjir, hehehe..aku juga panik tuh, siteng juga diliatin org lagi nangis gini, di tempat model begini pula…insappp deh. Dia langsung menyeretku keluar, genggamannya erat banget. Hihihi…I like the way he hold my hand that time. Di luar sempat terjadi perseteruan sengit, aku ngotot minta pulang pake taxi, dia gak perlu pulang, silahkan lanjutin pertandingan. Karena aku yakin he won’t miss the game. It means sumtn to him (masa sih segitunya taa?).

Di jalan aku keujanan di atas nupo birunya, hiks…beneran

kan

mending naik taxi deh… bukan apa2 aku memang lagi pengen sembuh niiih…masa hrs ujan2an pula? Kasianilah diriku dooooonk…

Di rumah…persengitan berlanjut. Dan seperti biasanya juga aku gak bisa berpikir lurus, bukan gak bisa, lg males mikir lurus. Aku sulit menjelaskan inti dr yang aku rasain. Bukan aku menyesal nemenin dia nonton bolaaa…tp pliiiss….sensitip dikit donk aku nya lg jd objek penderita….tubuhku rasanya remuk redam ngadepin situasi ky barusan.

Akhirnya ending dr perseteruan masih gak jelas, hal yang pasti…status gak jelas di antara kita yg selalu mendorongku untuk tetap out of the line and so hesitated to walk through. Bukannya benci ato gak cinta lagi, bukan juga masalah puas memuaskan, but deeper. I feel like I don’t feel the flame on u…. sorry…

PS: eh…pertandingannya akhirnya gmana sih?? penasaran jg nih :p

eh, this blog also dedicated to nizar. Thx for reading my blog friend :)

Di Penghujung Valentine’s day

February 14th, 2006 by purpledew

Valentine day…what’s on ur mind? A romantic candle light dinner? A bunch of flower in front of ur door? A box of chocolate wz love shape? They’re not on my list. Sumthing that hanging over on my mind only…nothing. Nothing I’ve been thinking of.. Nothing special at office until sumbody came in wz a big smile with some flowers on his hands. He gave me one of those flowers, pink rose wz the green ribbon. At least it give a smile and make the office so colorful. Such a valentine spirit that I’v never felt before coz im not one of them who make valentine is such a special day, but nothing to lose to make anyone we love happy in some moments that whole world join to celebrate.

Just like usual, working…working working. wz the computer telephone fax and of course all the tickets, LG, and invoice…  Gak ada lagi hal2 special yg terjadi hingga nyaris di ujung hari aku mendapat sms from that sumone, contains about sumthing that I hardly known about that.

Sms-nya cukup membuatku penasaran, tentang foto yg dipasang di FS oleh salah satu sahabatku, bukan salahnya hingga marah dan mengirimiku sms spt itu, jelas sahabatku ini yg kurang peka thd perasaanku dan that sumone dgn memasang foto yg di dlmnya terdapat aku dan my ex wz an exact pose of both of us, u know what I mean?? “exact”.

Wait…wait, sahabat…? Dia kah sahabatku selama 10 tahun ini? Dia kah sahabatku yg selama ini memberiku segala kehangatan di saat hatiku terluka oleh semua yg kualami di sekitarku?? Akhirnya kupertanyakan kembali semua itu setelah malam itu aku berusaha baik2 mempertanyakan maksudnya memasang foto yg berkasus itu. Dan jawaban yg kuterima benar2 sudah membuatku seperti tidak mengenalnya sebagai sahabat yg kusayang selama ini. Hubunganku dg that sumone yg sedang genting, retak, nyaris pecah tambah membuat kegaduhan di hatiku setelah kututup telepon dari that friend (it’s what I call her at here now).

Segera kutelpon pipit, gak ada jawaban, aku sms, gak ada balasan. Aku telp Uki, gak ada jawaban juga, setelah setengah jam mencoba dengan genangan air mata aku berkaca, kulihat sendiri bulir bening mengalir jatuh dr kelopak mataku. Setiap kali kuingat lagi jawaban that friend ttg semua ini membuatku spt ingin menjauh dan tak ingin mengenalnya lg. Sudah sedingin itukah perasaannya hingga spt tak ingin tau apa yg sedang sahabatnya alami?? Itu haknya untuk memasang smua foto, apapun itu, termasuk foto itu. Tp sebagai sahabat setidaknya dia tau apa yg harus atau tidak dia lakukan. Bukan hanya sekedar memikirkan keegoisannya memasang foto apapun yg dia sukai. Sekarang bukan lagi soal foto yg kupermasalahkan, tp ternyata hanya sebatas itu pengertian seorang sahabat ttg apa yg sedang kualami.

Tak lama pipit pun berhasil kuhubungi, dgn suara parauku diapun mudah menebak kalo aku gak sekedar akan bercerita. Emosiku meluap hingga keluar kalimat aku akan menjauh, kita tidak lagi akan berempat seperti dulu. Aku tau ini menyakitkan kami, menyakitkan semua. Tp kecewaku pada that friend membuatku tak bisa lagi mempercayainya sebagai salah satu org yg bisa menyembuhkan lukaku selama ini, sebagai salah satu org yg kusandarkan sgala arti persahabatan selama ini. Aku tak mengira akan ada kekisruhan seperti ini, aku hanya ingin memintanya baik2 utk mencopot foto itu dr FS karena tadinya
Aku pikir dia pasti dengan mudah mengerti tanpa membumbuinya dengan kalimat mnyakitkan. Memang bukan urusanku untuk mengkoreksi apapun yg dipasangnya di FS page nya tapi kalo apa yg SAHABATKU lakukan seperti memberi garam pada luka yg menganga agaknya wajar kl aku sedikit protes.

Pipit ikut menangis… dia nggak rela aku ambil keputusan ini. Dia marah…dia kecewa. Dia nggak menyalahkan siapapun dia hanya gak ingin masalah ini menghapus semua goresan yg kita isi selama sepuluh tahun. Aku tau…

Pit, Ki, gw minta maaf kl langkah gw ikut melukai kalian. Tapi gw lebih baik menjauh karena sekarang gw tau sebatas apa toleransi antar sahabat khususnya antara kita ternyata. Mungkin bukan salah dia, anggap aja gw yg terlalu egois mempermasalahkan hal sepele seperti ini. Gw atau my sumone yg terlalu SENSITIVE cuma karena hal remeh sperti foto dan sudah mengusik privacy dia. Tp u guys tau, bukan foto lg yg gw permasalahkan, tp cara dia menanggapi masalah ini. Gw sayang kalian semua, gak terkecuali dia. Tapi sekarang let me coolin’ down dulu. Gw tau sepuluh tahun bukan waktu sebentar, dan masalah gw sama dia memang bukan alasan dan Insya Allah gak akan sanggup meretakkan bingkai persahabatan yg sudah kita kokohkan selama ini. Gw cuma berharap dia mengerti kenapa gw tersinggung, kenapa gw mempertanyakan lg arti gw untuk dia. Untuk sementara kita turunkan bingkai indah kita dari dinding di penghujung valentine ini, biar dibersihkan dulu dari debu… selebihnya biar waktu yg menjawab…

Friendship In My Life

January 1st, 2006 by purpledew

HAPPY NEW YEAR…………!!!!

When I write this blog, at the very first day of two thousand and six. Artinya semalem itu new year eve… Hope u guys have great moments to be remember. I’m here again after this long. I hope people who usually came by to see my blog for a while still interested to read this one J

Fyiuuuh….satu masa sudah berganti lagi. Sekarang 1 januari 2006, satu tahun lagi sudah terlewat. Lebih baikkah? Lebih buruk? Ato so so…? Kalo gw…hmmm..2005 nya seorang iyta…

Ok let’s see, byk bgt yg terjadi, beberapa cuplikannya bisa tergambar di beberapa posting blog yg lalu. Aku terus melalui 365 hari yg Tuhan beri sangat lengkap dengan semua rasa. Spt setiap org, sedih dan bahagia selalu jadi bingkisan kejutan di setiap hari aku buka mata, setiap saat aku menghela nafas, dan setiap detak nadi yg masih membuatku staying alive.

Saat aku mengetik semua ini, orang2 yg teramat ingin kusapa adalah semua teman2ku. Hi Guys!!! Start from my best kurcacies…

Untuk Uki-ku…

Hi Ki…gw nyebut lo sbg org pertama dr 3 kurcaci yg lain gak ada maksud apa2 kok, sumpeh! U guys have same place and same love from me. Elo udah merried skr, see..diantara kita ber-empat, ternyata elo duluan yg dibawa lari laki. Hans, bruntung bgt lo bisa dapet restu dr kita b3, sertifikat uji kelulusannya menyusul belakangan ya, lo dp nilai bagus kok…bisa menaklukan si Upa adalah 1 tantangan yg jarang bisa dilalui para laki yg punya niatan deketin empat kurcaci cantik nan menawan ini. So Hans, jaga Uki yeee, bikin die tetep putih, tetep chubby, tetep cantik, dan tetep sayang sama Iyta, Upa dan Pit. Trs…buruan bikin perut die gendut yee (bkn krn busung lapar, tp karena janin yg kalian tanam dgn cinta…ceileee). Ukiii, elo sbg satu2nya ibu rumah tangga di antara kita, smoga gak jadi halangan bwt kita kumpul2 once in a while…(tangga sama rumahnya kl lg kumpul kagak usah dibawa ya ki..). Well, gw cuma mau bilang…lo salah satu teman berharga yg gw punya, hope this year bring you both to the real mature level.

Now…Upa-ku..

Haloooo Cintaaa, Puspa…nama lo dan nama akhir gw punya kesamaan arti, yaitu bunga. Aiiih…cantik nian ya kita pus…hehehe..Eh sama namanya si lily juga tuh..(die mah bunga banget, udah lily, puspasari. Untung bukan Lily saripuspa, bisa diiklanin brg nyamuk tuh). Puspa memang kadang seperti bunga, sikap lo yg flamboyant abis bikin elo jd makhluk paling centil di antara kita b4. Story of love-loe yg kuncup mekar kuncup mekar juga lumayan bikin kehebohan.  Makanya pus, kl elo rada males ngurusin gigi geligi lo…jgn cari pacar dokter gigi, sakit kaan? Rasanya sepedih lo dicabut gigi nggak pake suntik bius, wuiidiih, perih niaan, hehehe…Tp serius nih pus, yg kemaren ntuh gak sekeren profesinya kok…lo deserve dp yg lebih keren, dokteeer…hewan misalnya (lebih keren gak sih??)  paling nggak dia pasti lebih penyayang meskipun yg dia andelin lebih ke animal instinct ( hwehehehehhee …hekkss uhuk uhuk). Nggak lha pus, yg penting org yg lo temuin nantinya, dan lo seret dia ke pelaminan adalah org yg tulus sayang sama elo, sayang juga sama iyta uki pit, sering2 nraktir dan ngajak jalan2, baru bisa kita kasih sertifikat uji kelulusan… di 2006 ini mungkin pus undangannya??

Next…Mpriiiiiit!!!!

Pipitku sayaaaang…elo nih emang yg paling keibuan di antara kita, suara lo yg kecil nyaring dan menciciiit…emang persis burung pipit (iiih…pit tnyata punya burung yaaa…), Elo nih yg paling peka di antara kita, sikap sensitive lo mungkin lebih cocok ke gw dibanding 2 kurcaci yg laen, urusan malankolis dan bersedu sedan mreka pikir memang kita pakarnya pit! Padahal kl dipikir muka si uki udah lebih mirip nia daniati ya pit, tp kok lebih cengeng kita yaa…Pit yg jomblo skr bukan berarti gak punya story of love yg bikin gempar, cuma pipit yg bisa nyampah di satu tempat. Artinya dia pindah kerja dr satu kantor dimana sudah terdampar dua mantannya di situ…gila pit, mreka kerja bareng…pernah mimpiin lo bareng juga kali tuh pit. Saat tuh dua mantan lo ditanya orang…mantan lo yg terakhir siapa ? dgn lantang mreka akan jawab srempak…PITRI. Wel, pit, smoga di tahun ini elo nemuin burung elang yg gagah dan menyunting sang burung pipit kecil untuk terus dilindungi di dalam dekapan sayapnya yg hangat…

3 makhluk di atas temenku sejak jaman semip dulu…hmmm…10 tahun kita sahabatan, 10 tahun kita punya banyak cerita. 10 tahun kita berjalan, berlari, tertatih, saling menghindar tapi yg paling sering saling berpelukaaaaan!!! I love u guys, piece of me is in you, so just don’t hate me even im really bad. Don’t judge me even im wrong, and don’t leave me even im away..

For next special one is my cousin Irma…She won’t red this blog cos she doesn’t have FS anyway. But I want people know that I love her so much, she’s 3 years younger than me, but she could be my mother sumtimes. She tells me all the deepest things that not all people would believe that all those words cum from her mind. Irma, cewek yg tegar dan sangat punya prinsip, she taught me more about how we face this life. Jalan hidupnya yg agak pahit justru membuat dia lebih bisa mengasah caranya berpikir dan bagaimana hrs berbuat. Irma adalah org yg bisa diandalkan di segala suasana utk seorang iyta,ujan geluduk, banjir kemaraw ato puting…..beliung, dia spt siap jadi apa aja untuk membantuku. Dia bisa merangkulku dgn hati saat jiwaku butuh hangat. Seperti yg lo bilang Ir on that Sunday 2minggu lalu, seandainya kita berubah menjadi lebih baik, itu buat kita, buat bahagia, buat hidup yg cuma sekali, bukan sekedar utk org yg kita cintai. Gw bener2 melakukan saran lo, meredam panas dan brusaha mencari sejuk yg tersisa, meyakini ucapan lo bahwa gw bisa! But God…fyiuh, its not that easy to start. But well, hope we both find the way to get through the process of better life. I love u sist! 

And…Toniii. U know what, it’s true when people say that he would be the only duck who would seat beside the ugliest duck ever only to say stupid things and made sum laughs to cheer up. Like last 2 weeks, he just see my face which was full of emotion that time wz his funny look and say all the nice things to calm me down when sumone really pist me off. Many times he hush my blue away and cheers my day, have I thangking him for those moments? If haven’t….thank you then. Thanks for being such a funny cheerful friend to me J

Lalu, Wina. I call her friend coz she’s there when my tears ever fall. Dia kadang bisa menjadi penopang semangatku saat aku merasa terpuruk terlalu dalam. Di luar penilaiannya ttg hubunganku dgn “that sumone”. She always try to convince me that there’s always the rainbow after the rain. Sumtime I believe that just to take my hard breath coz of too much cry. We’re not that close actually, but we believe in same meanings of friendship afterall.

For today’s friend is…Faried. Gee, I call his name here this time. He’s a friend ( real friend now). Thanks for being so nice to me now, hmm…today actually. Knp semua berakhiran now terus kl tentang faried, karena dulunya…aku memang gak bisa bilang dia benar2 teman, meskipun sekarang masih aku sisain sekitar 5 persen utk berjaga2 dia kumat lagi dan menggeser gelar teman dari namanya. Bingung?? Faried pernah jadi teman tp gak kenal, lalu teman tp gimanaa gituu, trs teman tp mesra, terus teman tapi musuh, teman tp gak jelas…dan yg terakhir, smoga jadi teman selamanya. Hari ini, tadinya aku cuma mau sekedar chit chat ke dia, menyembunyikan gundah supaya bisa sedikit senyum…tp spt biasa, entahlah…cara bicara dia yg…aku jg gak bisa describe gmna, tiba2 aku gak bisa lagi sembunyiin gumpalan gundah yg sejak tadi kutahan. Dia merasakan getar sedih suaraku, segera kuakhiri dan…bye. Sudah bukan waktunya utk spt ini lg. 1 sms nya datang, isinya jelas dia mempertanyakan arti telponku. “gak ada apa2 kok, cm iseng. Met kerja ya rid!” Cuma itu yg bisa kuketik di hp dan kukirim kedia untuk mengusir smua tanda tanya di kepalanya. Hari ini aku mencari teman utk bisa sekedar bicara dan tertawa…aneh, padahal aku punya byk teman. Tp, terlalu sepi utk hari ini, terlalu abu2 utk hari minggu, terlalu buram utk tahun baru…

Sampai aku menyadari…I have no friends…this time…

Why I can be so selfish to people who sumtime care to me and send sms but sumtimes I don’t reply them. Saat skr org yg teramat aku butuh justru punya prioritas lain, saat aku akhirnya hanya menemukan diriku sendiri, aku harus kmana? Berat rasanya untuk sekedar datang menyapa di saat seperti ini. Lalu kmana aku kemarin? Bersamanya, hanya bersama org yg kusayang krn itu hal yg selalu kuingin. Bukan bersama teman2ku. Lalu kmana org yg ku sayang skr? Tak tau…He didn’t tell me.

Untuk semua, Dessy,

Novi

semua temen2 STMT. Lily, Inne, Ningrum, Achiet, dan semua temen2 Semip. Neta,Sherly dan semua temen2 SMP Lussy, Yessy dan semua temen2 Valuair. Eko, Jovan, Heri Black, Rivai dan semuanya yg kuanggap teman dan menganggap ku teman. Termasuk Jen Jeniffer my new friend.

How ever, blog ini utk smua teman2ku…siapapun dia. Yg tetap ada atau sempat terlupakan. Like I ever said when I was still all alone…”I would never live in any planets without BEST friend”. I love u Guys… “Happy New Year!!!!”

Puisiku yg pernah kubuat untuk puspa, uki, pipit dan…Lily.

Kubuat tgl

19 Nov 1999

jam

21:45

. Di kamarku…

Kutemukan satu persatu…

Empat warna pelangi yg cerah

Kurangkai, hingga mewarnai hari2 masa tujuh belas tahunanku.

Warnaku, warnanya, warna mereka berbeda

Kadang terlihat lembut, kadang suram,tapi kami tetap bersama, selalu…

Hingga warna kami berbaur menjadi guratan abstrak

Yang tak dapat dimengerti org lain, tetapi…

Memiliki kisah, arti, mimpi dan fantasi yg indah untuk kami dan tentang kami…

Tapi kemudian warnanya mulai kelam…

Satu per satu pergi…pudar hingga hampir hilang.

Airmata dan tangis tak cukup membendung jarak dan waktu

Semua langkah kami sudah digariskan

Dan hidup harus terus berjalan

Tp guratan abstrak ini akan selalu punya tempat di hati kami

Kisah, arti, mimpi dan fantasi yg ada akan selalu kami mengerti

Dan kami miliki

Selalu…

Ketika Masa Lalu Terusik…

September 20th, 2005 by purpledew

Suara ayam nge-rap bersahut2tan di HP-ku. Ring tone baru utk sms-ku, tp aneh…ayamnya pagi itu seperti tercekik, dia nge-rap gak sampe habis, kurang minum barangkali…:p. Bicara soal minum, pagi ini aku sudah menenggak satu stengah liter air putih. Misinya? Cuma pengen belajar byk minum aer putih aja. Ya begitulah aku, kl ada niatan sesuatu ngerjainnya gak setengah2, pengen byk minum aer putih…gak tanggung2 skali minum satu stengah liter, alhasil pagi itu aku pipis sampe 8x dalam satu jam.

Skr kita kembali ke soal sms yg pagi itu mampir ke HP-ku, dr sebuah nomor yg sudah kuhapal di luar kepala. Hmmm…He’s back again after this long. Pertanyaan STD. Apa kabar? Gmn hubunganmu dgn that sumone? (ehem…pastinya dia menyebut nama dan bukan istilah “that sumone” which is my veto to call “that sumone” :p). Aku sempat gak ambil pusing spt biasa, kubiarkan HP-ku dgn jarak 2 meter dari tempat dudukku dan melanjutkan kembali tontonan telenovela basi yg terus aku angetin setelah aku jd pengangguran.

Gak terlalu penting lagi utk membalas sms-nya skr, tdk spt 2 thn lalu. Iya…tdk spt 2thn lalu. Gmana kl qta menyebut “sumone from my backside mind” di sini wz “D” initial.

“D”… this initial used to be meant a lot and even more to me. Aku ingat bagaimana sedihnya aku setiap kali dia pamit pulang, dan bagaimana aku menelan pil pahit utk menutupi semua kekurangannya dan hanya menatapnya tulus sbg org yg aku sayangi. Kesempatan kesekian kalinya tak cukup membuatnya menyadari keberadaanku yg hanya bersandar di ranting kering yg ia tawarkan bahkan ranting itu nyaris patah dan membuatku jatuh tersungkur. Dia tdk menawarkan tangannya yg kuat utk menahanku jatuh atau meraihku kembali saat mlihatku terhuyung. Ia hanya menatapku seolah dgn tatapannya aku hrs mengerti dalamnya cinta yg ia punya utkku. Tapi ranting tempatku bersandar terlalu rapuh utk membuatku tetap tegar berdiri dan memahami arti tatapannya. Aku terlanjur terluka.

Saat sebuah mimpi yg hangat dalam tidurku suatu malam menghampiriku…hanya sebuah pelukan. Pelukan dari seseorang yg entah siapa itu. Orang itu tak pernah kukenal tapi seperti sudah menggenggam hatiku sejak aku dilahirkan. Seperti belahan jiwaku yg terpisah. Pelukan itu spt tidak pernah bisa dilepas, hangat dan damainya terasa di tubuhku hingga jiwaku. Seseorang dlm mimpiku itu membuat damai malamku hingga saat kuterjaga, bibirku masih tersenyum menikmati kehangatan my angel from heaven. Rasa hangatnya masih terasa hingga aku terbangun bahkan terduduk. Dia tidak hanya mendekap erat tubuhku…tapi juga hati dan jiwaku.

Hari itu seperti warna jingga diantara kelabu. Dengan ceriaku kuceritakan pada mama ttg mimpi indahku. “Mungkin akan ketemu seseorang…” Cuma itu yg Mama bilang. Entah kenapa aku tersenyum dan tetap kusimpan dan masih bisa kurasakan hangat pelukan itu.

Hingga aku bertemu that sumone beberapa hari setelah mimpi terindahku…

Physically he’s not that interesting for me until He shake my hand and the warm felt like de ja vous…this dream slip to my head and met his eyes. Kucabik kanvas hatiku yg mulai melukis indah sebuah mimpi…bukan saatnya! Pekikku dlm hati.

Ada

“D” yg masih hrs kuhargai sbg org yg masih kuletakkan harapku di telapak tangannya.

Ada

“D” yg tdk layak kubohongi hanya krn pertemuan 4 jam yg belum mengartikan apapun. Masih ada “D” yg ternyata sudah menungguku di rumah sementara aku masih berada tepat di depan meja kerja seseorang yg sangat asing tapi sangat nyata terlukis di benak yg paling terselubung.

21 November 2003

…tepat ulang tahun Papa. Apa yg dilakukan “D” sdh membakar seluruh syaraf emosiku. Basahnya mataku saat itu membuatku mengucapkan sesuatu seperti sumpah…mungkin jg harapan yg tersembunyi rapi di balik kesabaranku..“Ingat, hatiku bukan batu yg tidak bisa berubah. Bila km tetap memperlakukan aku spt ini…jgn salahkan aku bila hatiku berpaling ke org lain. Kamu tdk bisa menjada hatiku!” Nyaris mendesis aku mngucapkan kalimat yg mengawali semua niatku utk mengakhiri perjalanan 2 tahun itu.

“Terserah kamu. Aku jg capek ribut terus spt ini!” Cuma itu jawabannya sebelum “D” pergi meninggalkan rumahku dan akhirnya menghilangkan semua jejaknya di hatiku.

That sumone meneleponku di minggu pagi. Setelah aku mengalami malam yg sgt kacau, malam melelahkan yg membuat mataku sembab krn lelah menangis. He calmed me down, he hushed my blue away wz his gentle voice. He called 2 hrs to my HP ‘til I could laugh again and stand up to face the day wzout felt horrible after I pass my terrible nite. That sumone dtg tepat di saat aku rapuh, meraihku dgn segala kelembutannya yg selalu membuatku damai.

Cerita berikutnya bs ditebak. Apa yg kulakukan berarti aku tidak main2 ttg apa yg kukatakan pada “D” malam itu. Aku bisa beralih ke org lain bila dia tdk menjaga hatiku. Dengan luka yg kubawa aku coba menapakkan cinta di pelataran hati that sumone. He tried to kissed my pain and bring back my rainbow. Bisa kulihat jinggaku mulai bercahaya. Kurasakan hagatnya yg membuatku merasa damai berada bersamanya.

“D” tdk pernah percaya aku bisa melakukan semua itu. Setelah satu bulan “D” menghilang dan tak peduli, spt hanya membalikkan telapak tangan ia kembali. Kalo kata Base Jam “hujan tanpa awan”…ya kira2 begitu arti kehadirannya kembali yg tiba2. “D” kembali menanyakan kabar cinta yg pernah ia titipkan padaku. Titipkan?? Ia lupa cintanya telah dia buang sendiri tepat di malam dia meninggalkanku dan menghempas hatiku hingga luka terkoyak. “D” gak bisa terima, saat itu juga ia datang ke rumahku dgn seluruh rasa yg dia bilang gak akan pernah bisa berubah. “D” blg dia tidak sungguh2 ingin meninggalkan aku, ia hanya butuh waktu utk berpikir. Yea rite…easy for him to say…hard for me to do! Aku bukan tidak pernah memberinya kesempatan, kputusanku adalah yg paling final stelah sekian kali kesempatan yg kuberi tak pernah dianggapnya serius Jadi…apa aku salah bila mencari bahagia setelah seseorang menyakitiku sangat?. Did I wrong to find my own happiness???

“D” histeris hingga melukai dirinya sendiri. Tajamnya gunting dan cutter sdh cukup melukai tangan dan kakinya. Aku berteriak panik berusaha merebut semua benda keparat itu dr genggaman tangannya. Dia menangis di pelukanku hingga nyaris pingsan, memohon utk tdk pernah meninggalkannya, memintaku bicara bahwa apa yg sudah kulakukan hanya bohong. Hal terkhir yg terlintas di benakku adalah menelpon that sumone di depan “D”. Jam 11 malam, that sumone sdng berada di Starbuck dng teman2 ktrnya saat ia menjawab teleponku. Sambil menangis berusaha kuceritakan yg sdng terjadi. “D” hanya ingin mendengar aku benar2 berpisah dgn that sumone demi dirinya., bila tdk ia akan terus menyakiti dirinya sendiri. Sambil terus terisak berkali2 aku mengucapkan maaf bila hrs terjadi hal spt ini pd that sumone, aku yakin dia tau betul aku tidak benar2 ingin berpisah darinya karena semua awal yg kita lewati begitu cepat rasanya terlalu indah utk cepat jg dibuang. “D” trs memelukku dan tak ingin melepasku. “D” bicara dg papa sambil terus menangis dan mengatakan tidak mau berpisah dgnku, Papa cuma bilang kalau semua keputusan ada di tanganku dan urusan jodoh di tangan Tuhan. Papa, seperti biasa, selalu bijaksana menghadapi semua hal percintaan anaknya. “D” tdk bisa menginap atau pulang, akhirnya Imam – pacar adikku saat itu- mengajaknya utk menginap di rumahnya. Imam bilang sepanjang malam “D” tdk tidur, hanya menangis dan terus menyebut namaku. Sampai detik ini aku gak habis pikir, seorang “D” wz his hairy body dan tinggi 182Cm berat sekitar 80Kg, bisa bertingkah seperti balita 5thn! Really out of his mind!

Paginya aku menjemputnya ke rumah Imam, memastikan dia tdk bikin Imam dan keluarganya repot krn tingkahnya yg berlebihan. Wajahnya benar2 kusut, ia benar2 melewatkan malam terburuknya. Imam bilang “D” benar2 tdk tdr semalaman sampai Imam takut “D” sakit. Aku membawanya mencari sarapan pagi, aku jg sangat lapar saat itu, bangun tdr lgs mandi dan pergi tanpa mikirin perutku yg belum terisi sejak semalam. Kita mampir ke Bakmi Japos, bakmi yg kupesan tidak jg membuatnya makan. Yg dilakukannya cuma menggenggam tanganku dgn air mata berlinang. Fyiuuuh…benar2 pemandangan yg aneh, karyawan japos pagi itu pasti heboh di belakang melihat cowok tinggi besar lengkap dgn jambangnya yg lagi melankolis. Akhirnya yg bisa aku lakukan cuma menyetopkan taxi utknya dan titip langsung ke si sopir utk benar2 mengantarnya sampai tangerang krn org yg menumpang kukatakan sedang sakit, dan jgn biarkan si penumpang turun di jalan.

Seluruh dunia tau bahwa aku tdk akan benar2 berpisah dgn that sumone hanya krn perilaku seorang “D” yg mengandung sedikit sekali kadar logika. Sampai suatu hari kudengar “D” masuk rumah sakit karena meminum obat penenang dengan dosis berlebihan, aku shock, panic, khawatir. “D” gila! Ini sudah keterlaluan! Smua yg dia lakukan membuat susah seluruh keluarganya. Aku mendatanginya bersama Teh Tini-ku. “D” salah bila mengira aku bisa kembali dgn semua ancamannya utk menyakiti dirinya sendiri. Semua hal yg dia lukukan buatku sudah sangat percuma, aku tidak minta utk dibuktikan apapun lg saat itu, aku hanya ingin dia rela melepasku pergi, seandainya dia membuktikan padaku saat aku masih menyimpan byk harap utknya mngkn ceritanya tdk akan spt ini. Tp kadang kita baru sadar seberapa berharganya cinta yg kita miliki bila kita sudah benar2 kehilangan cinta itu sndiri. Terlalu ironis…

And the case is closed until today… Setelah satu sms-nya masuk, beberapa saat aku cuekin, akhirnya coba kubalas dgn jawaban singkat dan seadanya.Tapi ternyata niatnya berujung pada tawaran yg masih belum berubah, mau kah jadi pendampingku dunia akhirat?? Yea rite…!!!

Hhhmmmm…well….Pernah berurusan dengan mantan? Dulu kata mantan buatku bukan masalah sama sekali. Bagian dari cerita lalu yg memberi warna pada sederetan cerita kehidupan kita. Karena memang begitu seharusnya. Sudah kututup hatiku utk “D”, krn hanya ada satu org yg boleh mengisi hati dan hari2ku. Aku menjalani semuanya dgn that sumone setulus niatku utk memulai lembaran baru dan berharap hal2 terindah yg dulu hanya ada di benak bayangku bisa benar2 aku rasakan.

Mungkin aku yg berlebihan…Aku yg terlalu byk berharap saat mengawali semuanya. Sampai suatu hari aku harus kembali menangisi takdir yg terasa jauh lebih pahit dari hanya sekedar bertahan bersama seorang “D”. Seperti terperangkap di sebuah putaran labirin…saat menyadari betapa besar cinta yg kau punya utk seseorang namun sebuah pengkhianatan telah menoreh luka baru yg tidak kalah perihnya. Sebuah pengakuan yg mngkin sulit kulupa seumur hidupku. Seseorang meninggalkanku demi sebuah perasaan yg tersisa terhadap mantannya. Demi mengulang masa lalu…Demi semua kenangan yg entah apa yg teramat sulit mreka lepas dan lupakan. Membuangku ke sudut dengan semua airmata yg tertumpah kala kudengar sebuah pengakuan yg langsung menusuk jantungku. “Aku masih menyayanginya…” spt ingin mati saja rasanya aku mendengar kata2 itu keluar dr mulut org yg teramat sangat kusayangi. Mungkin ini karma yg langsung Tuhan beri utkku ketika aku berpaling dari seorang “D” demi seseorang yg sejak awal kuyakini sbg malaikat yg Tuhan kirim utk membuatku bahagia.

Tapi apapun yg telah dia lakukan…Cinta ini tak pernah pergi. Tetap bertahan di dalam sini menunggu kembali satu jiwa yg sempat berpaling.

Aku ingin melepas semua dendam ini…aku ingin terbebas dr kebencian pada seseorang yg sdh sering merebut bahagiaku. Setelah berkali2 org lain itu mengusik ketenangan jalan cerita yg coba kurajut dgn cinta, dia terus hadir dan terus memaksaku utk membencinya, menyimpan amarahku hingga membeku.

Skr aku ingin menyudahi semuanya. Lukaku hrs sembuh. Tuhan pasti menyayangiku…Tuhan tidak akan membiarkanku terjatuh lagi ke jurang yg sama. Sudah cukup bara amarah ini bersemayam di hati ini sampai hari ini. Sudah cukup emosiku terkuras mengingat semua kisah pahit yg seseorang torehkan di perjalanan cintaku.

Kadang aku ingin benar2 pergi dan menghilang…menjauh seperti aku menjauh dari seorang “D”. Mencari kembali bahagiaku yg tertunda…tapi cinta yg sudah kutanam sejak awal sudah berakar dan sulit tercabut. Mencabutnya paksa berarti melukai hatiku sendiri. Mencabutnya paksa berarti membunuh sisa rindu yg memberiku nafas setiap hari…Mencabutnya paksa berarti merubah diriku menjadi org lain selain aku.

Aku ingin sembuh dari semua luka ini yg kerap membuat airmataku tumpah ruah bila semua cerita ini mulai terbersit lagi…

Aku masih tetap bertahan hingga untuk yg kesekian kalinya. Karena hanya kepadanya semua mimpi dan masa depan sempat kusandarkan. Aku tak rela org lain yg mengukir cerita di akhir perjalananku ini.

Saat ini, saat kupikir semuanya tlah lewat, semua celah telah tertutup rapat, tapi ternyata sulit utk menjahit luka ini.

Jeda yg kita berdua buat kali ini semoga ada hikmahnya, maksud Tuhan yg dapat kita kecap pada akhirnya. Hikmah terbaik yg bisa memperbaiki semua alur cerita ini.

Tuhan, sentuhlah hatiku yg masih berdarah ini…biarkan aku menemukan kembali siapapun yg hadir utkku dengan segenap tulus utk memberiku bahagia. Biarkan aku menemukan jalan utk bisa kembali melihat cinta semurni cahaya-Mu yg membuat damai. Hanya kepada-Mu semua perih kubungkus dan kupasrahkan…dan hanya kepada-Mu semua harap kupanjatkan…

Untuk that sumoneI love u as always

catatan 4 september

September 7th, 2005 by purpledew

Yes I know…I will not survive! Tanpa dirimu di sisiku I won’t stay alive” Suara Tika jam setengah sbelas malam di Anteve memberiku inspirasi untuk menyalakan computer dan mulai memencet teratur tuts2 membentuk kalimat2 yg kalian baca ini.

Kalimat pertama yg aku ketik sbenernya gak terlalu berkepentingan dgn apa yg akan aku certain di sini, tapi entah kenapa setiap kali mendengar lagu2 Project Pop yg baru ini seringkali menggali daya khayalku untuk sekedar mampir ke negeri seberang membayangkan sepotong kehidupan yg selalu ceria…dengan Tika, O’on, Odie,Gugum, Udjo dan Yosa eh..Yosi yg selalu bisa membuat org tersenyum dgn kalimat2 sederhana tapi menggelitik.

Apa kabar teman2?? Cukup lama aku gak mampir ke sini, dan malam ini…aku kangen utk bercerita…atau cuma sekedar menyapa kalian, thanks a lot ya buat teman2ku yg sempat membaca sebongkah hasil pikir dari seorang ita berupa sebuah blog sederhana. Tp buatku tempat ini selalu menjadi wakilku utk sekedar menyapa hidupku sendiri. Membacanya kembali kadang bs membuatku mengulum senyum atau sedikit membuat mataku berkaca2. Caraku belajar di sela waktu atas smua moment yg terjadi di keseharian.

Sejak mulai bs membaca dan menulis…seorang ita ini sudah mempunyai diary yg sampai hari ini masih tersimpan rapi di “kotak sepatu”-ku. Kotak yg menyimpan setiap langkahku yg telah aku lewati, gambaran rasa, lukisan suasana, dan alunan suara yg kurangkai menjadi sebuah rahasia kecil yg selalu tertutup, tp tidak lg tertutup utk yg satu ini. Kubagi…smua cerita atas tawa bahkan titik air mata menjadi sebuah tulisan yg seandainya ada artinya yaa syukuuur…tapi kalo gak terlalu berarti semoga cukup menghibur utk sekedar mampir di halaman friendster-ku dan ngintip sebentar di “purple iyta.

Sekarang sedang mengalun lagu Project Pop yg berjudul teka-teki cinta, perasaan belum pernah dengerr neh…tp mayan enak juga, and the contents…quite good! Bahwa dalam hidup ini…bisa sampai mati kita terus mencari tuk menemukan arti cinta dalam misteri…hmmm…dalem yeeeh! Like people said…a marriage is not a matter of the rite person we choose but how to make the chosen person to be the rite one…(kira2 gitu deh..) Bahwa esensi cinta itu adalah bagaimana kita membuat satu hubungan berhasil, bukan sekedar merasakan cinta…tersandung kerikil kecil lalu lgs beralih. Kadang org yg saling mencintai tidak selalu menemukan saat yg tepat utk mengungkapkan “I Love U” “I always need u in most of my time” “Im thingkin of U”, dan bukan berarti mereka sudah tidak saling mencintai lagi bila hanya karena kata “I love u” sulit terucap, keangkuhan dan egois kadang bisa melebihi arti kalimat “aku membutuhkanmu” yg seharusnya bs disampaikan. Atau sekedar menunggu siapa dulu yg berucap “I mizz u” utk menyatakan di setiap wktu dia selalu ada di hati dan pikiran. Org yg teramat sangat saling mencintai pun bs kehilangan cinta mreka bila tdk ada kerendahan hati utk mengakui keberadaan cinta itu sendiri.

Berarti sampai kapanpun hanya Tuhan yg paling tau apa yg terbaik, bukan hak kita menganggap sesuatu baik atau buruk dengan batasan analisa2 dangkal yg kadang sekedarnya lewat seliweran di sela urat syaraf pikir tp justru bs mempengaruhi hal paling esensial yg harusnya bs kita lihat dr sisi yg lebih bijaksana. Tuhan pasti memberi arti atas apapun yg Dia kehendaki utk terjadi meski hanya sebuah kelopak bunga yg terlepas dr sang mahkota krn terhempas angin.

Well…aku sedang bahagia malam ini. Hanya satu org yg mengerti kenapa aku bs tersenyum dgn hati sebelum aku tdr kali ini. Semua pasti berarti…semua pasti punya makna. Aku jauh dari sempurna…dan kuharap akan cepat kutemukan kesempurnaanku atas sepotong jiwa yg bs mengisi relung kosong di nurani ini. Dan kupasrahkan bahagiaku hanya pada-Nya…